Disertasi
Pengembangan E-modul pengurangan resiko bencana kebakaran hutan dan lahan sebagai bahan ajar kesiapsiagaan menghadapi bencana bagi mahasiswa di Perguruan Tinggi / Fajar Wulandari
Abstrak
Bencana kebakaran hutan dan lahan di Kota Singkawang Provinsi Kalimantan Barat kerap terjadi terutama saat memasuki musim kemarau. Kebakaran hutan dan lahan menimbulkan kabut asap dan mengganggu berbagai aktivitas. Kesiapsiagaan terhadap bencana kebakaran hutan dan lahan merupakan hal yang wajib dimiliki oleh setiap pelajar yang berada di wilayah berisiko tinggi terjadinya kebakaran hutan dan lahan. Hasil penelitian menemukan bahwa kesiapsiagaan siswa dalam menghadapi risiko bencana masih dalam kategori rendah. Hal ini terkait dengan kurangnya ketersediaan materi pendukung seperti e-modul bagi siswa. Ketersediaan e-modul kesiapsiagaan dan bencana di perkuliahan masih sangat terbatas. Analisis kebutuhan menunjukkan sebagian besar siswa memperoleh materi kebencanaan dari internet. E-modul kesiapsiagaan bencana untuk siswa di daerah risiko bencana merupakan solusi dari permasalahan tersebut. Penelitian Tujuan penelitian adalah 1) Menjelaskan e-modul kesiapsiagaan siswa dalam menghadapi bencana kebakaran hutan dan lahan 2) Menganalisis kesiapsiagaan siswa menggunakan e-modul kesiapsiagaan bencana kebakaran hutan dan lahan 3) Mengetahui efektivitas penggunaan e-modul E-modul PRB tentang kebakaran hutan dan lahan sebagai sumber belajar kesiapsiagaan bencana bagi mahasiswa perguruan tinggi. Penelitian pengembangan ini menggunakan desain model Plomp yang terdiri dari tahap penyelidikan awal Perancangan Prototipe Tahap Evaluasi. Hasil penelitian dan pengembangan menunjukkan bahwa 1) E-modul kesiapsiagaan bencana kebakaran hutan dan lahan telah memenuhi kriteria sangat layak digunakan dalam pembelajaran pada perkuliahan materi kebencanaan PKLH. E-modul dikembangkan melalui tahap validasi ahli media dan validasi ahli materi dilakukan pada proses pengembangan e-modul dengan hasil sangat layak sehingga dapat digunakan pada tahap penelitian. 2) Terdapat perbedaan kesiapsiagaan siswa dalam menghadapi bencana kebakaran hutan dan lahan pada kelas yang menggunakan e-modul kesiapsiagaan dan kelas yang tidak menggunakan e-modul kesiapsiagaan. E-modul dari aspek efektif interaktif efisien dan kreatif memperoleh hasil yang sangat praktis oleh siswa. 3) Penggunaan e-modul untuk kesiapsiagaan bencana kebakaran hutan dan lahan terbukti memberikan pengaruh yang signifikan pada kelas yang menggunakan e-modul. Hal ini menunjukkan bahwa modul elektronik kesiapsiagaan bencana kebakaran hutan dan lahan terbukti efektif dalam memperkuat kesiapsiagaan siswa dalam menghadapi bencana kebakaran hutan dan lahan. E-modul kesiapsiagaan bencana kebakaran hutan dan lahan dikembangkan dengan mengacu pada teori konstruktivisme. E-modul yang dikembangkan mencerminkan konsep teori konstruktivisme yang mengarahkan siswa tanpa melakukan analisis dan observasi mandiri terhadap materi yang disampaikan. E-modul kesiapsiagaan dikembangkan dengan konsep Zone of Proximal Development (ZPP) yang mendukung tercapainya tujuan pembelajaran dengan bantuan atau bimbingan orang lain dalam hal ini e-modul. E-modul kesiapsiagaan bencana kebakaran hutan dan lahan juga dikembangkan berorientasi pada teori pengolahan informasi dengan konsep ldquo chungking rdquo dalam proses e-modul berisi diskusi yang dikelompokkan oleh siswa untuk menyederhanakan memori kemudian dipahami dan dilaksanakan melalui kebencanaan. tindakan kesiapsiagaan. E-modul dirancang dan disusun sesuai dengan kerangka kerja yang memfasilitasi sinkronisasi dan penyimpanan informasi dalam jangka waktu yang lama dengan menggunakan fitur audio visual dalam e-modul kesiapsiagaan bencana kebakaran hutan dan lahan. E-modul kesiapsiagaan bencana kebakaran hutan dan lahan dikembangkan dan diimplementasikan untuk mengetahui efektivitas kesiapsiagaan mahasiswa dalam menghadapi bencana kebakaran hutan dan lahan di wilayah risiko bencana sehingga dapat digunakan oleh mahasiswa dan dosen dalam proses pembelajaran kebencanaan.