Skripsi
Perbedaan keefektifan teknik diskusi kelompok dan problem based learning terhadap kemampuan berpikir kritis siswa SMA di Ponegoro Tumpang / Grandisia Herdiani
Abstrak
Kemampuan berpikir kritis didefinisikan sebagai kemampuan kognitif individu dalam mengelola dan menganalisis suatu informasi ataupun topik masalah yang dikaji berdasarkan fakta dan bukti sehingga dikembangkan menjadi suatu kesimpulan yang tepat. Kemampuan berpikir kritis ini menjadi salah satu aspek yang harus dimiliki oleh setiap peserta didik pada abad ke-21. Selain itu kemampuan berpikir kritis menjadi salah satu tujuan pendidikan di Indonesia yang diwujudkan dalam profil pelajar pancasila. Berdasarkan penelitian terdahulu menunjukkan bahwa kemampuan berpikir kritis siswa SMA masih tergolong dalam kategori sedang. Oleh karena itu salah satu upaya yang dapat diterapkan pada bidang Bimbingan dan Konseling adalah dengan menerapkan layanan bimbingan kelompok yakni diskusi kelompok. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan keefektifan teknik diskusi kelompok dan problem based learning terhadap kemampuan berpikir kritis siswa SMA Diponegoro Tumpang. Metode dalam penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif dengan jenis penelitian quasi eksperimen dan desain non equivalent control group design. Rancangan penelitian ini adalah dengan menggunakan kelompok eksperimen dan kelompok kontrol dan diberikan pretest sebelum diberikan suatu perlakuan dan posttest setelah diberikannya suatu perlakuan. Penelitian ini dilaksanakan di SMA Diponegoro Tumpang. Subjek pada penelitian ini menggunakan purposive sampling dan didapatkan 20 siswa kelas XII IPS 2. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan skala kemampuan berpikir kritis yang meliputi argumentasi asumsi deduksi interpretasi dan kesimpulan yang telah dilakukan uji validitas dan uji reliabilitas. Pada penelitian ini terdapat dua kelompok yakni kelompok eksperimen dengan diterapkan teknik diskusi kelompok sebanyak 10 siswa dan kelompok kontrol yang diterapkan problem based learning sebanyak 10 siswa. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini meliputi uji Mann-Whitney N-Gain Score uji Paired Sample T-Test dan uji Independent Sample T-Test. Hasil penelitian ini menunjukkan pada uji N-Gain Score didapatkan hasil sebesar 59% yang termasuk dalam kategori cukup efektif. Selain itu hasil uji paired t-test menunjukkan hasil 0 000 dan kurang dari 0 05 (0 000 lt 0 05) sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan antara hasil pretest dan posttest. Untuk hasil perbandingan dengan kelompok kontrol yang diterapkan problem based learning pada uji N-Gain Score memperoleh hasil sebesar 56% dan termasuk dalam kategori cukup efektif. Berdasarkan hasil uji mann-whitney didapatkan hasil skor sebesar 0 676 yang lebih besar dari 0 05 yang diinterpretasikan tidak terdapat perbedaan antara kelompok eksperimen dengan kelompok kontrol. Hal ini juga diperkuat oleh hasil uji Independent Sample T-Test untuk perbandingan hasil kelompok eksperimen dengan diskusi kelompok dan kelompok kontrol dengan problem based learning memperoleh hasil 0 539 dan lebih besar dari 0 05 (0 539 gt 0 05) yang diinterpretasikan tidak terdapat perbedaan siginifikan antara diskusi kelompok dan problem based learning. Berdasarkan hasil analisis tersebut dapat disimpulkan bahwa bahwa penerapan teknik diskusi kelompok dan problem based learning dapat dikatakan setara dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa SMA.