UPT Perpustakaan UM

  • Beranda
  • Informasi
  • Repository UM
  • SIPADU UM
  • OPAC SIPADU

Pencarian Spesifik

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
No image available for this title

Disertasi

Pengembangan model pembelajaran imajinatif spasial untuk menumbuhkan keterampilan spasial siswa Sekolah Dasar / Indah Styo Wardhani

Wardhani, Indah Setyo - Nama Orang;

Abstrak
Keterampilan spasial penting karena membantu seseorang dalam memecahkan masalah spasial. Dari hasil penelitian pendahuluan diperoleh informasi bahwa siswa sekolah dasar dengan kemampuan akademik sedang dan rendah cenderung bertipe egosentris yaitu tidak dapat memandang objek spasial dari sudut pandang tertentu. Sebaliknya siswa dengan kemampuan akademik tinggi cenderung bertipe sesuai dengan sudut pandang yaitu dapat memandang objek spasial dari sudut pandang tertentu. Dampak dari kondisi ini dapat memunculkan kesenjangan keterampilan spasial antara siswa berkemampuan akademik tinggi dan rendah. Kondisi ini terjadi karena (1) pembelajaran cenderung prosedural yaitu guru menjelaskan materi memberikan rumus contoh penggunaan rumus dan latihan soal (2) guru masih berfokus untuk merampungkan target kurikulum yaitu menyampaikan apapun yang tertulis di buku teks kepada siswa (3) pembelajaran matematika yang berorientasi pada objek spasial lebih berfokus pada penamaan bentuk dan atribut dan belum melibatkan aktivitas orientasi spasial. Di sisi lain model pembelajaran matematika yang berfokus pada aktivitas spasial sudah dikembangkan beberapa peneliti namun belum ada yang berfokus untuk menumbuhkan keterampilan spasial. Sementara pembelajaran matematika di sekolah dasar sepatutnya menumbuhkan keterampilan spasial karena Permendikbudristek nomor 7 tahun 2022 yang merujuk pada NCTM (2000) dan bahasan beberapa literatur menghendaki siswa dapat memecahkan masalah spasial. Karenanya dikembangkan modelf pembelajaran imajinatif spasial. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan proses dan hasil pengembangan model pembelajaran imajinatif spasial yang memenuhi kriteria valid praktis dan efektif. Penelitian ini termasuk penelitian pengambangan. Metode pengembangan berupa tahap investigasi awal pengembangan prototipe dan penilaian. Pada tahap investigasi awal hal yang dilakukan adalah (1) menghimpun informasi tentang permasalahan pembelajaran matematika (penelitian ini berfokus pada geometri) di sekolah dasar untuk mendorong perumusan pemikiran dalam mengembangkan model (2) melakukan kajian tentang teori pembelajaran geometri untuk siswa sekolah dasar (3) melakukan kajian tentang pengembangan model pembelajaran (4) melakukan penelitian pendahuluan tentang pembelajaran geometri yang dilakukan di sekolah dasar. Pada tahap pengembangan prototipe hal yang dilakukan adalah (1) mengembangkan sintaks pembelajaran yaitu tahapan pembelajaran dengan model pembelajaran imajinatif spasial (2) mengembangkan sistem sosial yaitu situasi yang berlaku dalam pelaksanaan model (3) mengembangkan prinsip reaksi yaitu gambaran guru dalam merespon kinerja siswa dan gambaran siswa dalam merespon penugasan guru (4) mengembangkan sistem pendukung yaitu kondisi yang diperlukan untuk terlaksananya model (5) menentukan dampak pembelajaran yaitu hasil belajar yang dicapai setelah pembelajaran untuk menumbuhkan keterampilan spasial dan dampak setelah siswa mengalami lingkungan belajar yang diciptakan dengan menerapkan model dan (6) memvalidasi seluruh produk yaitu meminta para ahli untuk memberikan penilaian terhadap keseluruhan produk model. Pada tahap penilaian perangkat pembelajaran diujicobakan untuk memperoleh penilaian praktis dan efektif. Pada tahap pembuatan prototipe dihasilkan buku model dan perangkat pembelajaran. Buku model merupakan pedoman guru dalam menerapkan pembelajaran dengan model pembelajaran imajinatif spasial. Buku model memuat sintaks model pembelajaran imajinatif spasial yaitu (1) pendahuluan yaitu tahap yang berisi persiapan manajemen kelas yaitu mengecek anggota kelompok mendistribusikan bahan belajar apersepsi dan penyampaian konsep spasial melalui contoh dan non contoh (2) demonstrasi konsep spasial yaitu tahap yang mengajak siswa berpikir spasial melalui interaksi alat peraga untuk memberikan gambaran perubahan objek dari sudut pandang tertentu (3) fasilitasi aktivitas spasial yaitu tahap yang mengajak siswa untuk menumbuhkan keterampilan spasial dan (4) penutup yaitu tahap akhir dalam pembelajaran. Perangkat pembelajaran merupakan alat terlaksananya model pada situasi masalah untuk mengukur kepraktisan dan keefektifan model. Perangkat pembelajaran meliputi modul ajar Lembar Kerja Siswa dan buku guru. Buku model dan perangkat pembelajaran diperiksa kevalidannya oleh ahli. Ahli yang dipilih adalah dosen bidang matematika dan pendidikan matematika. Berdasarkan penilaian ahli penulis dapat menyimpulkan bahwa buku model dan perangkat pembelajaran memenuhi kriteria validitas. Hal ini karena rata-rata validitas setiap lembar validasi ge 3. Para ahli juga memberikan saran perbaikan untuk menyempurnakan buku model dan perangkat pembelajaran. Pada tahap penilaian dilakukan uji coba untuk memperoleh kriteria praktis dan efektif. Uji coba melibatkan 40 siswa sekolah dasar dengan 2 guru model dan 2 orang pengamat. Berdasarkan hasil uji coba 1 diperoleh rata-rata keterlaksanaan sintaks sebesar 3 20. Berdasarkan hasil uji coba 2 diperoleh rata-rata keterlaksanaan sintaks sebesar 3 28. Dari hasil ini diperoleh informasi bahwa keterlaksanaan sintaks berkriteria praktis. Kriteria efektif dipenuhi jika 1) penguasaan bahan ajar berkategori baik 2) keterampilan spasial siswa bertumbuh baik 3) aktivitas siswa berkategori baik dan 4) respon siswa berkategori positif. Dari hasil uji coba 1 diperoleh kesimpulan bahwa model pembelajaran imajinatif spasial belum efektif. Hal ini karena dua dari empat indikator keefektifan belum terpenuhi yaitu tes penguasaan bahan ajar dan tes keterampilan spasial. Dari hasil uji coba 2 diperoleh kesimpulan bahwa model pembelajaran imajinatif spasial berkriteria efektif. Hal ini karena keempat indikator keefektifan telah terpenuhi. Implikasi penelitian berupa penerapan model pembelajaran imajinatif spasial dalam pembelajaran matematika seperti pada pembelajaran geometri di sekolah dasar. Hal ini karena model pembelajaran imajinatif spasial dapat menumbuhkan keterampilan spasial. Selanjutnya model pembelajaran imajinatif spasial disarankan untuk dijadikan praktik rutin dalam pembelajaran geometri.


Informasi Detail
DDC
Rd 510.76 WAR p
Prodi
Universitas Negeri Malang. Program Studi Pendidikan Matematika, 2024.
Deskripsi Fisik
xx, 199 lembar : ilus. ; 30 cm
Bahasa
Indonesia
No Reg
00044/RD/24
Edisi
Desertasi (Pasca sarjana) - Universitas Negeri Malang 2024
Subjek
1. MATEMATIKA - KETERAMPILAN SPASIAL
2. MATEMATIKA - MODEL PEMBELAJARAN IMAJINATIF
3. MATHEMATICS - SPATIAL SKILLS

Pembimbing
1. Prof. Dr. Toto Nusantara, M.si;2. Dr. I Nengah Parta, S.pd, M.si
Lampiran Berkas
You must be logged in to get fulltext


UPT Perpustakaan UM
  • Berita

Tentang Kami

TIM IT Perpustakaan 2023

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS

Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik