Skripsi
Efektivitas model pembelajaran blended learning pada mata pelajaran dasar program keahlian (DPK) teknik pemesinan SMK Negeri 2 Pasuruan / Ana Nuriyah
Abstrak
Pembelajaran pada Era Revolusi Industri 4.0 mengharuskan guru bisa menggunakan teknologi informasi dan komunikasi. Pengajar dituntut untuk memiliki pengetahuan akan teknologi sebagai keterampilan mengajarnya sehingga tercipta pembelajaran yang inovatif. Terlebih di era ini perkembangan teknologi yang pesat membuat siswa berpikir proses pembelajaran tidak diharus di kelas. Proses pemanfaatan teknologi pada pembelajaran biasa disebut dengan pembelajaran elektronik atau e-learning. Sebagian siswa merasa bahwa menggunakan model pembelajaran tatap muka di kelas (face-to-face) terlalu kuno sehingga dengan menerapkan e-learning pada proses pembelajaran tidak akan ketinggalan zaman dan memberikan hasil yang sesuai dengan harapan serta lebih efektif yang ditunjukkan melalui hasil belajar siswa salah satunya pada mata pelajaran Dasar Program Keahlian (DPK) teknik pemesinan di SMK Negeri 2 Pasuruan. Metode yang digunakan penelitian eksperimental dengan desain pre-test post-test control group design only. Penelitian dilakukan di SMKN 2 Pasuruan kelas X Teknik Pemesinan dengan 36 siswa sebagai kelompok kontrol dengan model pembelajaran tatap muka dan 36 siswa yang lainnya sebagai kelompok eksperimen dengan model pembelajaran blended learning. Untuk uji yang diguanakan adalah uji prasyarat berupa uji normalitas dan homogenitas serrta uji T-Test sebagai analisis data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil belajar siswa pada mata pelajaran Dasar Program Keahlian (DPK) teknik pemesinan yang diajar menggunakan model pembelajaran blended learning diperoleh rata-rata nilai post-test sebesar 20 5.. Selain itu hasil belajar siswa pada mata pelajaran Dasar Program Keahlian (DPK) teknik pemesinan yang diajar menggunakan model pembelajaran tatap muka (face to face) di SMK Negeri 2 Pasuruan melalui rata-rata nilai post-test sebesar 18 69%. Model ini memang menyebabkan hasil belajar siswa meningkat tetapi peningkatan tersebut tidak lebih banyak daripada menggunakan model blended learning. Hasil uji t menunjukkan bahwa hasil post-test kedua kelas diperoleh nilai sig. (2-tailed) sebesar 0 024 yang mana kurang dari 0 05. Sehingga disimpulkan terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar siswa yang menggunakan model pembelajaran blended learning dengan siswa yang menggunakan model pembelajaran tatap muka atau face to face.