Disertasi
Implementas pembinaan kewirausahaan berbasis entrepreneurial competencies pada warga binaan lembaga pemasyarakatan / Gunartin
Abstrak
RINGKASAN Gunartin. 2023. Implementasi Pembinaan Kewirausahaan Berasis Entrepreneurial Competencies pada Warga Binaan Lembaga Pemasyarakatan. Disertasi Program Studi Ilmu Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Prof. Dr. Heri Pratikto M.Si. (II) Prof. Dr. Agung Winarno M.M. (III) Dr. Nurika Restuningdiyah S.E. M.Si. Ak. CA/ Kata Kunci Entrepreneuarial Competencies Lembaga Permasyarakatan Warga Binaan. Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) merupakan wadah melakukan pembinaan pada warga binaan agar memiliki keterampilan sosial dan berwitausaha melalui program pembinaan kepribadian dan pembinaan kemandirian sebagai bentuk implementasi entrepreneurial competencies untuk pembentukan sikap pengembangan pengetahhuan dan keterampilan. Lapas memiliki potensi menumbuhkembangkan usaha mikro kecil menengah (UMKM) karena sumber daya yang dimiliki meliputi program pembinaan SDM dana DIPA sarana prasarana dan jumlah warga binaan yang banyak. Tujuan dari penulisan ini untuk memahami secara mendalam implementasi pembinaan kewirausahaan berbasis entrepreneuarial competencies bagi warga binaan Lembaga Pemasyarakatan. Hal imi dimaksudkan agar warga binaan memiliki kompetensi dalam berwirausaha. Melalui implementasi pembinaan kewirausahaan diharapkan warga binaan dapat mandiri secara ekonomi dan mendapatkan reintegrasi sosial setelah keluar dari Lapas serta berkontribusi pada pembangunan bangsa. Penelitian ini juga diharapkan dapat memberikan manfaat bagi Lembaga Pemasyarakatan dalam memdidik warga binaan agar memiliki keterampilan sosial dan berwirausaha. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian fenomenologi. Penelitian fenomenologi merupakan jenis penelitian yang berusaha memahami fenomena peristiwa atau situasi kondisi tertentu. Peneliti selaku instrumen penelitian berperan sebagai pengamat partisipan agar dapat mengerti dan memahami secara langsung apa mengapa dan bagaimana sesuatu subjek tersebut dapat dikembangkan. Melalui teknik pengumpulan data observasi wawancara mendalam dan dokumentasi diharapkan peneliti dapat memperoleh data dan informasi yang diperlukan mengekplorasi dan menganalisa sehingga dapat menjawab fokus penelitian . Temuan pada penelitian ini menunjukan bahwa bahwa 1) Makna implementasi pembinaan kewirausahaan berbasis entrepreneuarial competencies menurut berbagai informan bahwa pembinaan kewirausahaan diimplementasikan dalam bentuk pembinaan kepribadian dan pembinaan kemandirian. Tidak ada pembinaan atau pendampingan lanjutan setelah warga binaan keluar 2) Implementasi internalisasi entrepreneuarial competencies dalam pembinaan kewirausahaan untuk pengembangan usaha mikro diimplementasikan dengan didirikan dan dikelolanya unit-unit usaha milro di Lapas sebagai pengimplementasian pembinaan usaha 3) Kendala dan strategi mengatasi kendala dalam implementasi pembinaan kewirausahaan berbasis entrepreneuarial competencies ditekankan pada pengembangan SDM pembina dan menejemen keuangan pengelolaan dana DIPA. Terdapat banyak kendala dalam implementasi pembinaan kewirausahaan yang membutuhkan strategi tepat untuk mengatasi kendala-kendala tersebut. Saran pada hasil penelitian 1).Persepsi dari berbagai pihak seperti Kalapas Pembina Warga Binaan Mantan Warga Binaan dan Ketua RT menekankan pada pentingnya implementasi pembinaan kewirausahaan berbasis entrepreneurial competencies di Lapas Tangerang. Program ini dianggap krusial dalam membentuk keterampilan sikap dan pengetahuan yang menjadi kunci kesuksesan warga binaan. Tantangan utama terletak pada kurangnya pembinaan lanjutan atau pendampingan setelah keluar Lapas yang menyebabkan kesulitan bagi mantan warga binaan dalam mengaplikasikan keterampilan yang telah diperoleh Oleh karena itu perlu adanya upaya lebih lanjut untuk memastikan dukungan dan pendampingan berkelanjutan agar pembinaan kewirausahaan dapat memberikan dampak yang maksimal dalam mempersiapkan reintegrasi sosial warga binaan ke dalam masyarakat 2) Implementasi internalisasi pembinaan kewirausahaan di Lapas Pemuda dan Lapas Perempuan Kelas IIA Tangerang menekankan pengembangan sikap pengetahuan dan keterampilan berdasarkan kerangka kerja entrepreneurial competencies. Meskipun unit-unit usaha mikro telah diinisiasi tantangan keterbatasan SDM pembina dan keterbatasan dana pembinaan masih menjadi kendala 3) Dari berbagai upaya yang telah dilakukan masih diperlukan sinergi lebih lanjut dengan akademisi dunia usaha masyarakat luas dan media untuk mendukung keberhasilan implementasi pembinaan kewirausahaan di Lembaga Pemasyarakatan.