Disertasi
Eksplorasi integrated stem teacher identity dalam program pengembangan profesionalisme untuk calon guru fisika / Ahmad Suryadi
Abstrak
Pendidikan STEM terintegrasi merupakan salah satu pendekatan pembelajaran yang terbukti efektif dalam mengembangkan kompetensi siswa. Pembelajaran STEM terintegrasi telah berkontribusi pada cara pandang guru dalam pembelajaran sains tidak terkecuali pembelajaran fisika. Pendekatan interdisiplin ini tidak hanya mengubah cara pandang guru terhadap pengajaran sains tetapi juga memainkan peran penting dalam membentuk identitas profesional mereka. Sayangnya informasi terkait konstruk identitas calon guru dalam konteks pembelajaran yang terintegrasi masih terbatas. Lebih lanjut pembelajaran STEM terintegrasi seyogyanya diikuti dengan program persiapan guru. Meskipun demikian pengembangan profesionalisme (PP) mayoritas dilakukan pada guru dalam jabatan. Sementara itu PP STEM terintegrasi pada level mahasiswa calon guru relative masih terbatas. Lebih lanjut dampak dari suatu PP sejatinya diukur secara komprehensif. Teacher identity dipahami sebagai salah satu konstruk yang dapat menggambarkan profesionalisme guru secara komprehesif. Oleh karena itu persiapan calon guru dalam mengajarkan pendidikan STEM yang terintegrasi serta dampaknya pada perkembangan teacher identity merupakan sesuatu yang krusial untuk dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk 1) mengeksplorasi konstruk integrated STEM teacher identity untuk mahasiswa calon guru fisika 2) menginvestigasi elemen-elemen program PP yang sesuai untuk mengembangkan integrated STEM teacher identity 3) menginvestigasi pengaruh program PP STEM terintegrasi yang dikembangkan terhadap integrated STEM teacher identity mahasiswa calon guru 4) mengungkap persepsi mahasiswa calon guru terkait pengaruh program PP STEM terintegrasi yang dikembangkan terhadap integrated STEM teacher identity. Mixed method dengan desain exploratory sequential design digunakan untuk mengkonstruksi elemen-elemen yang diperlukan dalam PP STEM terintegrasi merumuskan konstruk dan instrumen integrated STEM teacher identity dan menginvestigasi pengaruh PP STEM terhadap integrated STEM teacher identity. Studi dilakukan dengan dua fase dan satu fase antara. Fase pertama dilakukan dengan studi kualitatif dengan melibatkan dua partisipan yang berasal dari unsur fasilitator pelatihan pembelajaran STEM dan tiga guru yang secara konsisten telah menerapkan pembelajaran STEM terintegrasi dalam beberapa tahun terakhir. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik wawancara observasi dan dokumentasi. Data kemudian dikoding dengan teknik in vivo coding kemudian dilanjutkan dengan koding tematik. Setelah fase 1 fase antara dilakukan dengan mengembangkan intervensi PP STEM berdasarkan hasil analisis data kualitatif. Selain itu instrumen integrated STEM teacher identity juga dikembangkan dan diuji coba sebanyak dua kali. Uji coba pertama dilakukan pada 59 mahasiswa pendidikan fisika Universitas Negeri Malang. Data uji coba pertama dianalisis dengan pemodelan Rasch. Setelah dilakukan perbaikan uji coba kedua dilakukan pada 119 mahasiswa Pendidikan fisika Universitas Negeri Malang. Data dalam uji coba kedua dianalisis dengan pemodelan Rasch dan Confirmatory Factor Analysis (CFA). Fase 2 dilakukan dengan studi kuantitatif dengan menerapkan program PP STEM terintegrasi dengan FLEPMR di dua lokasi yaitu di program studi Pendidikan fisika Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta (UIN Jakarta) dan Universitas Lampung. Partisipan yang dilibatkan sebanyak 91 calon guru. Aktivitas-aktivitas ini dilakukan dengan moda flipped classroom berbantuan Learning Management System (LMS) berbasis moodle. Sebelum dan setelah intervensi PP STEM calon guru mengisi kuesioner tentang teacher identity. Analisis dilakukan dengan uji beda pretest dan posttest pada kedua lokasi uji coba. Terakhir pengumpulan data kualitatif juga dilakukan selama proses intervensi dan setelah intervensi dengan teknik wawancara dan observasi. Data kemudian dikoding dengan teknik in vivo coding dan analisis tematik. Terdapat beberapa hasil penelitian yang ditemukan dalam penelitian ini. Pertama studi ini menunjukkan bahwa terdapat enam dimensi yang secara kuat membangun integrated STEM teacher identity yaitu a) personal experience b) self-definition c) interest d) recognition e) competence/performance dan f) commitment. Studi ini mengkonfirmasi temuan-temuan sebelumnya bahwa teacher identity merupakan konstruk yang multidimensi. Kedua studi ini menemukan bahwa terdapat enam elemen program PP STEM yang sesuai dalam pelatihan STEM terintegrasi yaitu a) Flipped classroom b) Learn c) Experience d) Planning a STEM lesson e) Microteaching dan f) Reflection. Elemen-elemen ini selanjutnya disingkat menjadi FLEPMR. Ketiga studi ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan pada skor teacher identity calon guru sebelum dan setelah mengikuti program PP STEM. Dengan kata lain program PP STEM berpengaruh positif terhadap teacher identity calon guru. Hasil ini ditemukan untuk setiap dimensi teacher identity untuk partisipan di UIN Jakarta. Untuk partisipan di Universitas Lampung perbedaan yang signifikan terjadi pada setiap dimensi kecual pada dimensi commitment dan self-definition. Terakhir studi ini menemukan bahwa calon guru menunjukkan persepsi yang positif terhadap program PP STEM. Respon yang cukup berbeda antara dua kelompok partisipan adalah pada aspek keterbatasan model pembelajaran STEM. Partisipan dari Universitas Lampung lebih sering mengungkapkan hal ini. Faktor ini menjadi salah satu penjelasan terkait tidak signifikannya pengembangan dimensi commitment dan self definition pada kelompok partisipan di Universitas Lampung. Lebih lanjut tidak ada mata kuliah khusus STEM terintegrasi pada dua lokasi penelitian ini. Hal ini mungkin menjadi salah satu faktor penyebab rendahnya skor commitment kedua kelompok partisipan. Eksplorasi lebih lanjut terkait pada kedua dimensi ini menarik untuk ditindaklanjuti di masa yang akan datang.