Skripsi
Solusi alternatif pengendalian dan penanganan banjir sungai way laala kabupaten seram bagian barat / Dio Septya Nugraha
Abstrak
Banjir terjadi ketika air limpasan hujan tidak mampu ditampung oleh suatu sungai akibat debit air yang mengalir melebihi kapasitas pengalirannya. Banjir dapat terjadi di manapun salah satunya yang terjadi di sungai Way Laala Kabupaten Seram bagian barat. Karena Kabupaten Seram bagian barat dialiri oleh Sungai Way Laala yang menurut beberapa warga setempat sudah tidak mampu lagi menampung banjir kiriman dari bagian hulu. Faktor eksisting profil sungai yang mengalami pendangkalan juga menjadi penyebab terjadinya banjir terutama pada musim penghujan. Penelitian ini bertujuan untuk mengurangi debit banjir pada Sungai Way Laala dengan 1) mencari tahu debit puncak banjir periode ulang 25 tahun (Q shy 25). 2) mengetahui kapasitas alir sungai way Laala. 3) merencanakan beberapa solusi alternative pengendalian banjir didasarkan penanganannya menggunakan pemodelan HEC HMS dan HEC RAS. Pada penelitian ini digunakan dua analisa data penelitian yaitu analisa hidrologi dengan menggunakan intensitas hujan menggunakan metode log person tipe- 111 dan perhitungan debit banjir rencana kala ulang 25 tahun menggunakan metode rasional. Analisa hidrolika digunakan untuk menghitung kapasitas penampang sungai dengan tiga alternatif solusi yaitu normalisasi atau pengerukan sungai tanggul dan diversion channel. Perhitungan menggunakan HEC-RAS mengeluarkan mengeluarkan output berupa kapasitas sungai dalam menampung. Hasil analisa dan perencanaan menunjukkan bahwa 1) debit banjir rencana kala ulang 25 tahun pada pemodelan HEC HMS sebesar 55 1 m3/detik. 2) Hasil pemodelan HEC RAS dengan input hidrograf banjir kala ulang 25 tahun kondisi Sungai Way Laala mengalami overtopping pada semua station setinggi 0 4 ndash 1 2 m. Dari hasil pemodelan HEC RAS terjadi luasan banjir di area studi kasus sebesar 0 18 km2. 3) Pasca dilakukan normalisasi besar luasan banjir sebesar 0 11 km2. Banjir berkurang dari kondisi eksisting sebesar 39% masih terdapat banjir karena alternatif ini digunakan untuk jangka pendek dengan jangka wakti 5 tahun akibat sedimen dari hulu. Pasca dilakukan perencanaan alternatif tanggul di sepanjang area studi kasus sepanjang 481 m luapan banjir yang terjadi di sungai di lokasi penelitian sebesar 0.01 km2 dari kondisi eksisting diukur dengan mengeksport result dari (depth). Tanggul didesain sebagai alternatif banjir jangka menengah dalam jangka waktu 10 tahun. Hasil trial and error pada pemodelan HEC RAS didapat kapasitas maksimum Sungai Way Laala sebesar 17 m3/detik. Berdasarkan kapasitas maksimum Sungai Way Laala di rencanakan diversion channel untuk menampung debit banjir sebesar 38 1 m3/detik. Alternatif perencanaan diversion channel mampu mengurangi luasan banjir dengan prosentase 100%.