Skripsi
Perancangan sistem pengukuran kinerja perusahaan menggunakan performance prism dengan metode Analytical Hierarchy Process (AHP), omax, dan traffic light system (studi kasus pada perumda air minum tugu tirta kota malang) / Fahrina Rifda Salsabila
Abstrak
Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum Tugu Tirta Kota Malang merupakan salah satu BUMD yang bergerak pada distribusi air bersih untuk masyarakat umum yang berada di Kota Malang. Selama ini Perumda menggunakan dua penilaian kinerja yaitu berdasarkan Indikator Dirjen Cipta Karya Kementerian PUPR (BPPSPAM) dan berdasarkan Kepmendagri Nomor 47 Tahun 1999. Stakeholder yang digunakan dalam kedua penilaian tersebut adalah customer dan internal perusahaan padahal stakeholder perusahaan memiliki pengaruh yang cukup besar dalam menentukan kebijakan perusahaan. Oleh karna itu diperlukan pengukuran kinerja yang dapat mengidentifikasi kepuasan seluruh stakeholder dengan baik salah satunya adalah performance prism. Metode performance prism adalah pengukuran kinerja yang terintegrasi dengan seluruh aspek yang ada di perusahaan yang meliputi kepuasan dan kontribusi setiap stakeholder yang ada. Pada penelitian ini stakeholder yang digunakan adalah customer employee supplier pimpinan dan masyarakat sekitar. Setiap stakeholder akan diberikan kuesioner kepuasan dan kontribusinya pada perusahaan. Selanjutnya pembobotan menggunakan Analytical Hierarchy Process (AHP) yang dilakukan sebanyak tiga kali yaitu pembobotan antar kriteria dalam performance prism antar alternatif (stakeholder) dan antar KPI. Penentuan pembobotan KPI dilakukan menggunakan software expert choice 11. Setelah itu melakukan pengukuran kinerja menggunakan metode Objective Matrix (OMAX) dan Traffic Light System (TLS) untuk mengetahui KPI apa saja yang sudah mencapai target serta menghitung nilai performansi Perumda tahun 2020. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 42 KPI dengan rincian 16 KPI dari strategi 14 KPI dari proses dan 12 KPI dari kapabilitas. Hasil pengukuran kinerja menggunakan OMAX dan TLS didapatkan nilai performansi Perumda tahun 2020 sebesar 5 96 yang berada pada kategori warna kuning yang berarti kinerja belum mencapai target yang ditentukan. Diharapkan rekomendasi perbaikan dapat diterapkan di perusahaan untuk mengurangi indikator kinerja berkategori merah serta melakukan evaluasi secara berkala sesuai dengan perkembangan lingkungan bisnis setiap perusahaan