Tesis
Media pembelajaran berbasis autoplay melatih kemampuan berpikir kritis siswa Kelas 5 Sekolah DAasar / Izar Alfian
Abstrak
Pembelajaran yang dilakukan belum terlihat mengintegrasikan aspek maupun indikator berpikir kritis dalam kegiatan siswa sekolah memiliki sarana dan prasarana penunjang teknologi yang belum termanfaatkan dalam proses pembelajaran sebagai pengintegrasian teknologi dan informasi dalam proses pembelajaran masih terlihat siswa telihat pasif karena terlalu fokus dalam buku dan lebih banyak penjelasan datangnya dari guru secara verbal. Berdasarkan pengamatan di Sd Tanggul masih terpaku dalam bahan ajar yang disediakan dan minimnya media yang digunakan belum membuat siswa belajar mandiri karena tidak adanya bahasan kelanjutan dalam penggunaan media dan penerapan pertanyaaan kelanjutan pembelajaran yang kurang efektif membuat siswa menjadi pasif. Penyampaian materi secara verbal pada materi sulit dipahami siswa karena kurang komunikatif. Tujuan dari uraian latar belakang penelitian ini adalah menghasilkan media berbasis Autoplay materi usaha pelestarian lingkungan untuk. Model pengembangan 4D terdiri atas 4 tahap utama yaitu Define (Pendefinisian) Design (Perancangan) Develop (Pengembangan) dan Disseminate (Penyebaran). Hasil pengimplementasian dari produk yang dikembangkan terhadap peningkatan keterampilan berpikir kritis siswa yang disajikan tabel diperoleh bahwa nilai signifikansi sebesar 0 000 atau kurang dari 0 05 sehingga dapat disimpulkan apabila hipotesis nol Ho ditolak sedangkan hipotesis penelitian H1 diterima. Hal ini berarti terdapat perbedaan keterampilan berpikir kritis siswa antara kelas sebelum penggunaan media dan sesudah penggunaan media. Berdasarkan tabel 4.16 diketahui juga bahwa t-hitung (-12.302) lebih kecil dari t-tabel (1.701). Dengan demikian penggunaan media berpengaruh terhadap keterampilan berpikir kritis. Hasil nilai kepraktisan dari guru dan siswa yang dinyatakan praktis dengan nilai sebesar 85% validasi media berbasis autoplay juga dilakukan oleh ahli materi dan desain pembelajaran dan dinyatakan valid dengan masing-masing nilai kevalidan sebesar 90% Berdasarkan uji keefektifan dari hasil belajar dan keterampilan berpikir kritis siswa diperoleh nilai keefektifannya menunjukkan signifikansi dengan hasil perbedaan rata-rata pretest dengan posttest sebesar 21.071. Maka pengembangan media autoplay dinyatakan valid praktis dan efektif.