Tesis
Pengembangan instrumen asesmen diagnostik literasi informasi dalam penulisan karya ilmiah mahasiswa S1 Fakultas Sastra di Universitas Negeri Malang / Iffatul Khoiroh
Abstrak
RINGKASAN Khoiroh Iffatul. 2023. Pengembangan Instrumen Asesmen Diagnostik Literasi Informasi dalam Penulisa Karya Ilmiah Mahasiswa Fakultas Sastra di Universitas Negeri Malang. Tesis. Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia. Fakultas Sastra. Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Dr. Kusubakti Andajani M.Pd Pembimbing (2) Dr. Didin Widyartono S.S. S.Pd. M.Pd. Kata Kunci Asesmen Diagnostik Literasi Informasi Penulisan Karya Ilmiah Perguruan Tinggi. Asesmen diagnostik dalam penelitian ini bertujuan untuk mendiagnosis kesulitan dan kemampuan mahasiswa sebelum menerima materi perkuliahan di perguruan tinggi. Manfaat asesmen diagnostik diterapkan untuk merencanakan pembelajaran yang lebih efisien mengumpulkan informasi yang lengkap tentang kemampuan dan kesulitan mahasiswa untuk merancang penilaian dasar untuk belajar lebih lanjut. Kemampuan literasi informasi memiliki berhubungan dengan keterampilan menulis karya ilmiah. Mahasiswa yang memahami literasi informasi dalam menulis karya ilmiah mempunyai kemampuan untuk mengenali kebutuhan informasi mengetahui sumber informasi menilai informasi yang dibutuhkan dan menciptakan pengetahuan baru dari suatu informasi. Keterampilan dalam menulis karya ilmiah merupakan sebuah keterampilan yang dapat dimiliki setiap mahasiswa. Dalam pembelajaran menulis karya ilmiah mahasiswa akan dapat menentukan topik penelitian membuat judul menyusun abstrak menentukan tujuan menentukan teori serta metode penelitian. Oleh karena itu untuk menguasai literasi informasi seseorang harus terampil dalam menulis ilmiah dengan menggunakan metodologi dan memiliki kemampuan kritis. Instrumen asesmen diagnostik literasi informasi mahasiswa dirancang sesuai dengan hasil analisis kebutuhan yang menjadi landasan mengetahui kesulitan dalam memahami literasi informasi mahasiswa. Hasil dari wawancara oleh pengajar/dosen mata kuliah ditemukan kedua beberapa hal yang menjadi dasar pentingnya kebutuhan literasi informasi dan perlu adanya evaluasi untuk mengetahui kemampuan dan kesulitan mahasiswa dalam menggunakan literasi informasi. Oleh karena itu dalam asesmen diagnostik yang digunakan bertujuan untuk mengetahui kesulitan mahasiswa dalam memilih informasi dan dalam mengutip informasi yang sesuai dengan kebutuhan dalam menciptakan karya tulis ilmiah yang baik dan benar. Tujuan dari penelitian dan pengembangan ini yakni (1) menghasilkan instrumen asesmen diagnostik literasi informasi dengan komponen produk kisi-kisi asesmen diagnostik soal tes diagnostik dan rambu-rambu diagnostik literasi informasi dan (2) mendeskripsikan hasil uji produk instrumen asesmen diagnostik literasi informasi. Penelitian ini menggunakan model Plomp sebagai rujukan untuk mengembangkan produk asesmen. Model Plomp yang digunakan dalam penelitian ini terdiri atas lima fase pengembangan. Fase pengembangan dalam model Plomp meliputi (1) fase invertigasi awal (preliminary investigation) (2) fase desain (design) (3) fase realisasi/kontruksi (realization/construction) (4) fase tes evaluasi dan revisi (test evaluation and revision) dan (5) implementasi (implementasion). Spesifikasi wujud produk berupa instrumen asesmen diagnostik yang terdiri dari tiga komponen yakni (1) kisi-kisi asesmen diagnostik literasi informasi (2) soal tes diagnostik dan (3) rambu-rambu penilaian tes diagnostik literasi informasi. Produk instrumen asesmen diagnostik literasi informasi dapat diakses dengan menggunakan media google form. Sumber data yang digunakan sebagai subjek penelitian ialah mahasiswa S1 yang sedang menempuh mata kuliah Pendidikan Bahasa Indonesia di Universitas Negeri Malang. Teknik pengumpulan data yang digunakan pada penelitian pengembangan asesmen menggunakan wawancara observasi dokumentasi dan angket tes diagnostik angket penyempurnaan dan tingkat kelayakan instrumen asesmen diagnostik. Hasil dari penelitian dan pengembangan produk asesmen diagnostik literasi informasi. Pertama pengembangan instrumen asesmen diagnostik literasi informasi yang terdapat tiga komponen dalam pengembangan instrumen asesmen yakni (1) pengembangan kisi-kisi soal tes diagnostik literasi informasi yang terdiri dari lima indikator standar kompetensi ACRL dan terdapat 25 subindikator yang dikembangkan sesuai kebutuhan tes diagnostik (2) pengembangan soal tes diagnostik literasi informasi yang terdiri dari 25 soal tes yaitu 15 soal pilihan ganda dan 10 soal uraian dan (3) pengembangan rambu-rambu jawaban tes diagnostik yang dapat digunakan untuk menentukan poin-poin kesulitan mahasiswa dalam memahami literasi informasi. Kedua hasil uji coba produk asesmen diagnostik literasi informasi pada 34 mahasiswa yakni sebagian besar mahasiswa telah memahami kebutuhan sebelum menentukan penelitian yang akan dilakukan dalam kebutuhan menulis karya ilmiah (2) mahasiswa mengalami kesulitan dan pemahaman dalam mengakses sumber informasi sesuai kebutuhan penulisan karya ilmiah (3) mahasiswa kesulitan dalam mengevaluasi sumber informasi sesuai kebutuhan menulis karya ilmiah (4) mahasiswa kesulitan menggunakan atau menerapkan informasi sesuai kebutuhan menulis karya ilmiah yaitu kesulitan menentukan sebuah judul yang singkat namun informatif judul yang umum belum terlalu spesifik dan konsistensi judul artikel dengan isi yang akan dibahas mulai dari latar belakang hingga pembahasan mahasiswa mengalami hambatan dan (5) mahasiswa dalam penggunaan hak akses informasi tersebut mahasiswa secara keseluruhan dapat memahami dan tidak ada kesulitan yang dialami oleh mahasiswa.