Disertasi
Pengembangan bahan ajar matematika berbantuan augmented reality dalam mengembangkan pemahaman matematis peserta didik di Kelas ii Sekolah Dasar / Beti Istanti Suwandayani
Abstrak
Di era digital saat ini penggunaan teknologi untuk menunjang pembelajaran sangat dibutuhkan. Tujuan penelitian dan pengembangan ini adalah menghasilkan produk bahan ajar matematika berbantuan augmented reality untuk mengembangkan kemampuan pemahaman matematis peserta didik di kelas II sekolah dasar yang valid praktis dan efektif. Secara spesifik produk yang dikembangkan dalam bentuk bahan ajar cetak dan elektronik. Bahan ajar ini disusun mengacu pada kurikulum merdeka pada mata pelajaran matematika di kelas II sekolah dasar. Penelitian ini menggunakan metode penelitian dan pengembangan dengan model Lee amp Owens. Tahapan dari model pengembangan tersebut terdiri dari lima tahapan yaitu (1) analisis/assessment (penilaian kebutuhan dan analisis awal-akhir) (2) desain (3) pengembangan (4) implementasi dan (5) evaluasi. Penelitian ini dilaksanakan di SDN Tunjung Sekar 5 dan SD Muhammadiyah 1 Kota Malang. Subjek penelitian ini adalah peserta didik di kelas II sekolah dasar. Teknik pengumpulan data yang digunakan antara lain (1) wawancara (2) observasi (3) dokumentasi (4) angket (5) tes. Peneliti membagi instrumen penelitian menjadi delapan yaitu lembar pedoman wawancara analisis kebutuhan lembar observasi awal lembar analisis kebutuhan lembar validasi ahli bahan ajar lembar validasi ahli materi lembar tes lembar respons peserta didik dan lembar respons guru terhadap produk yang dikembangkan. Teknik analisis data terbagi menjadi teknik analisis data kualitatif dan data kuantitatif. Analisis data kevalidan didapat dari hasil validasi oleh ahli materi/konten dan ahli pendidikan (bahan ajar). Sedangkan analisis data kepraktisan dianalisis dari data angket respon guru menggunakan skala Likert dan respon peserta didik menggunakan skala Guttman. Selanjutnya analisis keefektifan didapat dari hasil uji coba dengan memberikan pre test dan post test menggunakan metode quasi eksperimental design. Hasil pretest dan posttest dianalisis secara kuantitatif dengan menggunakan paired-samples T Test (Uji T). Pengujian tersebut digunakan untuk menentukan seberapa besar peningkatan yang dicapai oleh masing-masing kelompok. Sebelum paired-samples T Test (Uji T) dilakukan beberapa syarat harus dipenuhi (1) uji normalitas data dengan uji statistik Shapiro-Wilk data dianggap normal apabila Sig. gt 0 05 (2) uji homogenitas varian dengan pendekatan one-way ANOVA data dianggap homogen apabila Sig. gt 0 05. Hipotesis penelitian diuji menggunakan analisis paired-samples T Test (Uji T) pada taraf signifikan 5% atau alpha 0 05 jika persyaratan sudah memenuhi. Ini dilakukan dengan program SPSS 20. Hasil penelitian dan pengembangan ini menunjukkan bahwa berdasarkan validasi ahli dan implementasi secara skala kecil sampai skala besar dapat disimpulkan bahan ajar berbantuan augmented reality dilengkapi dengan augmented reality valid praktis dan efektif sebagai bahan ajar dan mengembangkan pemahaman konsep matematis peserta didik kelas II Sekolah Dasar. Berdasarkan pernyataan di atas dapat dijabarkan sebagai berikut. Pertama ahli bahan ajar mendapat prosentase 95 85% dengan kriteria sangat valid. Saran untuk bahan ajar bahan ajar berbantuan augmented reality dibuat versi e-booknya. Kedua hasil dari ahli materi menunjukkan prosentase sebensar 87% dengan kriteria sangat valid. Ketiga respon peserta didik dalam skala kecil menunjukkan prosentase sebesar 82.50% dan hasil angket guru sebesar 86% dengan kategori sangat praktis. Keempat hasil respon peserta didik dalam uji coba skala sedang sebesar 86% dan respon guru sebesar 100% dengan kategori sangat praktis. Kelima hasil respon peserta didik dalam uji coba skala besar sebesar 82.50% dan respon guru sebesar 95% dengan kategori sangat praktis. Dan kelima hasil efektivitas sebesar 0.000 lt 0.05 melalui paired-samples T Test (Uji T) dengan kriteria ldquo Efektif rdquo .