Skripsi
Pengaruh variasi jarak semprot quenchant pada proses spray quenching terhadap nilai kekerasan dan ketangguhan baja s45c / Ahmad Fikri Hazami
Abstrak
Dengan berkembangnya teknologi dari masa ke masa banyak golongan di dalam dunia industri yang menjadikan logam sebagai alat utama pada operasional ataupun sebagai bahan baku produksi. Dalam pengaplikasian sehari hari baja karbon sering digunakan sebagai komponen-komponen pada mesin seperti poros roda gigi batang penghubung piston dan rantai. Beberapa unsur logam dalam baja S45C yaitu Karbon (C) 0 44% Manganese (Mn) 0 57% - 0 69% Fosfor (P) 0 013% - 0 037% Sulfur (S) 0 033% - 0 038% dan Silikon (Si) 0 16% - 0 20%. Penelitian ini memiliki rancangan dengan menggunakan jenis penelitian eksperimental. Metode yang digunakan dalam penelitian eksperimental ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh dari variabel tertentu pada variabel lainnya dengan menciptakan uji coba pada keadaan tertentu. Penelitian ini menggunakan desain penelitian eksperimental One Shot Case Study dimana pada variabel bebasnya berupa jarak dengan rentang panjang 40 mm 80 mm dan 120 mm sedangkan untuk variabel terikatnya adalah nilai kekerasan dan ketangguhan baja S54C. Baja akan melalui proses pemanasan sampai suhu 840 oC dengan durasi Holding selama 16 menit dan 15 spesimen dilakukan perlakuan panas serta 5 spesimen tanpa perlakuan panas total dari keseluruhan spesimen berjumlah 20. Merujuk pada hasil penelitian yang sudah dilakukan diperoleh (1) Nilai rata ndash rata total kekerasan permukaan sebelum dilakukan spray quenching tanpa perlakuan pada Baja S45C adalah sebesar 220 23 HV sedangkan Nilai rata ndash rata total ketangguhan sebelum dilakukan spray quenching permukaan tanpa perlakuan pada Baja S45C adalah sebesar 0 1213 HI. (2) Nilai rata ndash rata total kekerasan permukaan setelah dilakukan spray quenching pada baja S45C yang melalui proses Spray Quenching dengan jarak 40 mm didapatkan nilai sebesar 134 56 HV jarak 80 mm didapatkan nilai sebesar 129 2 HV dan jarak 120 mm didapatkan nilai sebesar 132 96 HV. Sedangkan Nilai rata ndash rata total ketangguhan permukaan setelah dilakukan spray quenching pada Baja S45C dengan jarak 40 mm didapatkan nilai sebesar 0 2983 HI jarak 80 mm didapatkan nilai sebesar 0 2983 HI dan jarak 120 mm didapatkan nilai sebesar 0 2981 HI. (3) Sesuai data yang dihasilkan terdapat perbedaan hasil rata-rata nilai kekerasan dan ketangguhan pada Baja S45C tanpa perlakuan dengan Baja S45C yang melalui proses Spray Quenching dengan jarak penyemprotan 40 mm 80 mm dan 120 mm dimana nilai kekerasan permukaan hasil tanpa perlakuan lebih kecil jika dibandingkan dengan hasil dari proses Spray Quenching. Hal ini karena semakin dekat jarak penyemprotan semakin meningkatkan nilai kekerasan dari suatu material. Namun jarak penyemprotan 120 mm tidak memberikan perbedaan kekerasan yang signifikan karena pada jarak tersebut kondisi titik air pada permukaan benda sudah mencapai kondisi jenuhnya. Selanjutnya sesuai data yang dihasilkan terdapat perbedaan pada Baja S45C tanpa perlakuan dengan Baja S45C yang melalui proses Spray Quenching dengan jarak penyemprotan 40 mm 80 mm dan 120 mm dimana nilai ketangguhan permukan hasil tanpa perlakuan lebih besar jika dibandingkan dengan hasil dari proses Spray Quenching. Hal ini karena laju pendinginan pada variasi jarak penyemprotan lebih lambat sehingga spesimen lebih ulet.