Skripsi
Perbedaan kemampuan berpikir kritis siswa dalam pembelajaran geografi dengan model group investigation learning berbantu seesaw dan pembelajaran konvensional / Bayu Sungging Pambayun
Abstrak
Sebagai salah satu syarat keberhasilan pembelajaran di era modern semua siswa penting memiliki kemampuan berpikir kritis. Model pembelajaran yang tepat dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan antara nilai kemampuan berpikir kritis siswa. Jenis penelitian ini adalah quasi-eksperimen dengan desain grup kontrol pre-test dan post-test. Siswa kelas XI IPS MA Bilingual Kota Batu adalah subjek penelitian. Metode penelitian menggunakan pre-test-post-test untuk mengukur kemampuan berpikir kritis siswa. Kemampuan ini diukur dengan indikator yang merumuskan masalah membuat argumen menginduksi menjelaskan tahap lanjut dan menetapkan tindakan. Hasil penelitian menunjukkan probabilitas (sig. 2-tailed) sebesar 0.001 le 0 05 melalui uji t-test independen dengan taraf sig 0.05. Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan signifikan kemampuan berpikir kritis pada siswa yang menggunakan group investigation learing berbantu seesaw dengan pembelajaran konvensional.