Tesis
uji performa penggunaan protokol http, mqtt dan websocket pada layer aplikasi untuk sistem komunikasi data stasiun pengisian daya kendaraan listrik / Dityo Kreshna Argeshwara
Abstrak
Dalam bidang teknologi kendaraan listrik (EV) yang sedang berkembang kemajuan ekosistem yang mendukung memainkan peran penting. Ada tren kenaikan global yang nyata dalam penggunaan kendaraan listrik sehingga memerlukan jaringan stasiun pengisian kendaraan listrik yang kuat. Hal yang tidak terpisahkan dari stasiun-stasiun ini adalah infrastruktur dan sistem pendukung yang mengatur operasinya. Dengan meningkatnya pemanfaatan urgensi untuk layanan yang cepat di titik-titik pengisian ini semakin meningkat. Studi ini melakukan analisis komparatif terhadap tiga protokol komunikasi data yang berbeda pada lapisan aplikasi khususnya dalam konteks stasiun pengisian kendaraan listrik. Protokol yang diteliti termasuk Hypertext Transfer Protocol (HTTP) Message Queuing Telemetry Transport (MQTT) dan Websocket. Tolok ukur transmisi data dalam penyelidikan ini adalah penyampaian informasi energi dengan mematuhi Open Charge Point Protocol (OCPP) sebuah protokol terbuka yang distandarisasi secara hukum. Format data yang digunakan adalah JavaScript Object Notation (JSON). Transmisi data menggunakan tiga protokol yang disebutkan disadap dan dianalisis menggunakan Wireshark penganalisis protokol jaringan. Parameter seperti latensi (penundaan) jitter (variabilitas latensi) dan throughput (pengiriman data yang berhasil melalui saluran komunikasi) diperiksa dengan cermat dan kemudian direpresentasikan secara grafis untuk meningkatkan kemampuan interpretasi kinerja protokol jaringan. Temuan ini mengungkapkan karakteristik transmisi yang berbeda untuk setiap protokol meskipun muatan datanya identik. HTTP menunjukkan throughput yang unggul mencapai puncaknya pada 31.621 bit per detik (bps) selama transmisi data real-time. Sebaliknya MQTT menunjukkan metrik latensi dan jitter yang paling disukai baik untuk pengiriman data real-time maupun periodik. Namun Websocket mencatat throughput terendah dalam transmisi real-time yaitu 4.941 bps. Perbedaan ini menggarisbawahi pentingnya pemilihan protokol berdasarkan kriteria kinerja spesifik dalam ekosistem stasiun pengisian kendaraan listrik.