Skripsi
Analisis evaluasi manajemen waktu dan biaya menggunakan metode cpm, pert, dan TCTO pada pelaksanaan Lapis Pondasi Atas (LPA) proyek jls lot 6 Tulungagung - Trenggalek / Dwi Eggyna Ali Putri
Abstrak
Proyek konstruksi menerapkan manajemen dalam pelaksanaanya dan dilakukan dalam jangka waktu yang telah ditetapkan sehingga perlu tiga komponen utama yang saling berkaitan yaitu waktu biaya dan mutu. Apabila proyek terjadi keterlambatan akan berdampak kepada pemilik proyek maupun pihak kontraktor. Permasalahan keterlambatan proyek terjadi pada pekerjaan Lapis Pondasi Atas (LPA) Proyek JLS Lot 6 Tulungagung mdash Trenggalek. Adapun faktor permasalahan keterlambatan yaitu cuaca yang hujan membuat pelaksanaan di lapangan terhambat tanah dasar tidak sesuai dengan kriteria ketidaksiapan dan terbatasnya alat berat dalam mengoperasikan bahan material dalam pelaksanaan penghamparan pada Lapis Pondasi Atas (LPA). Nilai keterlambatan pekerjaan LPA sebesar -6 361 % total mencapai plusmn Rp. 739.625.414 496 dengan keterlambatan satu bulan. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengevaluasi perhitungan waktu serta biaya pekerjaan Lapis Pondasi Atas (LPA) menggunakan metode CPM PERT lalu dilakukan percepatan menggunakan TCTO serta mengetahui penerapan efisiensi metode tersebut pada Proyek JLS Lot 6 Tulungagung mdash Trenggalek. Kemudian dilakukan analisis terkait faktor dan komponen yang mempengaruhi perhitungan dengan studi literatur serta pengamatan di lapangan dengan harapan meminimalisir keterlambatan proyek. Hasil dari penelitian ini adalah (1) waktu penyelesaian dari perhitungan metode CPM yaitu 112 hari dengan biaya sebesar Rp. 3 482 951 413.50 penyelesaian metode PERT yaitu 109 hari dengan efisiensi waktu sebesar 2 67% dan persentase penyelesaian 50.80 % dengan biaya pelaksanaan sebesar Rp. 3 482 951 413.50 percepatan metode TCTO pada waktu CPM dengan alternatif pertambahan jam lembur dan alat berat memperoleh deviasi sebanyak 12 hari dan efisiensi waktu penyelesaian sebesar 10.7 % dengan pertambahan biaya sebesar Rp. 218 643 840.00 serta persentase kenaikan biaya 6.27% percepatan TCTO pada waktu PERT dengan alternatif pertambahan tenaga kerja jam lembur dan alat berat memperoleh deviasi 13 hari dan efisiensi waktu penyelesaian sebanyak 11.60 % serta biaya bertambah sebesar Rp. 119 217 586 dengan persentase kenaikan biaya 5.78 % (2) faktor yang menyebabkan adanya keterlambatan yaitu faktor teknis yang dipengaruhi oleh cuaca dan kondisi lapangan faktor alat dipengaruhi oleh kapasitas alat serta faktor material dipengaruhi oleh kesiapan material kualitas material dan spesifikasi material (3) Metode CPM tepat digunakan pada proyek dengan menggunakan metode pelaksanaan yang umum Metode PERT tepat digunakan di lapangan karena pada pelaksanaanya menerapkan tiga estimasi waktu metode TCTO tepat digunakan dalam melakukan percepatan waktu pada pekerjaan-pekerjaan yang mengalami keterlambatan dengan melakukan alternatif penyelesaian.