Skripsi
Analisis pengendalian risiko kerja menggunakan Job Safety Analysis (JSA) dan Hazard Identification, Risk Assessment, and Risk Control (HIRARC) pada Pekerjaan Dalam Keadaan Bertegangan (PDKB) di pt pln (persero) up3 Kediri / Dita Wulandari
Abstrak
PT PLN (Persero) UP3 Kediri merupakan Unit Layanan Pengadaan jasa listrik untuk wilayah Kediri Tulungagung dan Blitar. Jaringan distribusi listrik membutuhkan perawatan dan perbaikan karena gangguan atau kerusakan yang sering menyebabkan aliran energi listrik ke konsumen berhenti. Perlu mulai mencari solusi segera yang akan memenuhi kebutuhan perusahaan listrik untuk konsumen yang memanfaatkannya. Tim Pekerjaan Dalam Keadaan Bertegangan (PDKB) pada PT PLN (Persero) UP3 Kediri adalah tim yang melakukan pekerjaan pemeliharaan atau perbaikan yang dilakukan saat ada tegangan atau tanpa menghentikan operasi jaringan. Karena tim PDKB bekerja di lingkungan dengan tekanan yang tinggi maka terdapat potensi bahaya kecelakaan kerja yang sangat signifikan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui potensi bahaya penilaian risiko serta pengendalian risiko pada Pekerjaan Dalam Keadaan Bertegangan (PDKB) di PT PLN (Persero) UP3 Kediri. Analisis pada penelitian ini menggunakan metode Hazard Identification Risk Assesment and Risk Control (HIRARC). Pada tahap Hazard Identification menggunakan metode Job Safety Analysis dengan mengetahui jenis pekerjaan yang dilakukan tim PDKB untuk mengetahui potensi bahaya. Pada tahap Risk Assesment dilakukan penilaian risiko dengan melakukan pengumpulan data kuesioner skala likelihood dan severity kemudian kedua data tersebut digunakan untuk menentukan tingkat risiko. Pada tahap Risk Control dilakukan metode expert judgement dengan ahli PDKB untuk mengetahui pengendalian risiko yang dapat dilakukan. Hasil penelitian diperoleh potensi bahaya kerja pada Pekerjaan Dalam Keadaan Bertegangan (PDKB) di PT PLN (Persero) UP3 Kediri terdiri dari 21 jenis pekerjaan yang memiliki 27 jenis bahaya berdasarkan pada form Job Safety Analysis. Jumlah jenis risiko yang ditimbulkan pada Pekerjaan Dalam Keadaan Bertegangan (PDKB) adalah sebanyak 54 risiko. Dengan tingkat risiko Extreme sebanyak 2 risiko tingkat risiko High sebanyak 15 risiko tingkat risiko Moderate sebanyak 27 risiko tingkat risiko Low sebanyak 10 risiko. Pengendalian risiko yang dapat dilakukan adalah dengan memasang blangket isolator mengukur suhu kabel dengan termal thermometer mengikat tiang menggunakan webbing sling memasang by pass kabel jumper memasang conductor cover pada kabel jaringan memegang kabel jumper menggunakan wire holding pole memasang tringanggulasi sementara pada jaringan listrik dan penggunaan APD lengkap.