Skripsi
Implementasi kurikulum merdeka pada mata pelajaran produktif program keahlian teknik pemesinan di SMK pusat keunggulan (studi kasus di SMK PGRI 3 Kota Malang) / Nurfatihah Dhynov
Abstrak
Tujuan dari penelitian ini adalah guna mengetahui 1) Bagaimana kurikulum merdeka dalam ranah input pada mata pelajaran produktif program keahlian teknik permesinan di SMK pusat keunggulan 2) Implementasi kurikulum merdeka dalam ranah proses pada mata pelajaran produktif program keahlian teknik permesinan di SMK pusat keunggulan 3) Implementasi kurikulum merdeka dalam ranah output pada mata pelajaran produktif program keahlian teknik permesinan di SMK pusat keunggulan serta 4) Hambatan serta solusi dalam implementasi kurikulum merdeka pada mata pelajaran produktif program keahlian teknik permesinan di SMK pusat keunggulan. Tempat penelitian ini dilaksanakan di SMK PGRI 3 Kota Malang dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan jenis penelitian studi kasus. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik wawancara observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan pada penelitian ini menggunakan model analisis Miles dan Huberman yaitu reduksi data penyajian data dan penarikan kesimpulan. Penelitian ini menunjukkan hasil bahwa implementasi kurikulum merdeka pada mata pelajaran produktif program keahlian teknik pemesinan sudah berjalan dengan baik dalam ranah input proses dan juga output. 1) Implementasi kurikulum merdeka dalam ranah input meliputi a) sistem PPDB yang dilaksanakan secara offline dan online b) pemetaan kelas dilakukan oleh pihak sekolah yang dilaksanakan sesuai dengan jurusan yang dipilih oleh calon peserta didik serta c) rencana strategis pembelajaran menggunakan model pembelajaran berbasis proyek yang disusun bersama dunia kerja dengan mengacu pada KKNI level 2 serta SKKNI kebutuhan industri serta terdapat pembiasaan disekolah terhadap pelaksanaan budaya literasi yang dilaksanakan setiap pagi sebelum memulai proses pembelajaran dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya doa bersama awal pembelajaran murojaah one day one ayat secara bersama-sama 2) Implementasi kurikulum merdeka dalam ranah proses meliputi a) modul ajar/RPP ditulis oleh guru pengajar teknik pemesinan yang terdiri dari tiga komponen utama yaitu tujuan pembelajaran kegiatan pembelajaran dan penilaian atau asesmen serta beberapa lampiran seperti rubrik penilaian dan juga lembar penilaian b) pelaksanaan proses pembelajaran terdiri dari kegiatan pembuka kegiatan inti dan penutup serta c) desain pembelajaran yang digunakan di jurusan teknik pemesinan SMK PGRI 3 Kota Malang menyerupai model Hannafin dan Peck 3) Implementasi kurikulum merdeka dalam ranah output meliputi a) model evaluasi yang digunakan adalah proses pengetahuan/sumatif serta UKK/uji kompetensi serta b) standar hasil pembelajaran/kompetensi peserta didik disusun oleh guru pengajar yang disesuaikan dengan kebutuhan industri. Sedangkan 4) Hambatan dan solusi implementasi kurikulum merdeka meliputi a) hambatan implementasi kurikulum merdeka dilihat dari sisi guru pengajar ialah administrasi. Solusi dari hambatan dari sisi guru pengajar ialah melakukan penguatan media pembelajaran kepada guru pengajar teknik pemesinan dengan mendatangkan praktisi yang ahli di dalam pembuatan media pembelajaran b) hambatan implementasi kurikulum merdeka dilihat dari sisi peserta didik ialah (1) terdapat mata pelajaran yang muncul di semester satu yaitu mata pelajaran CAD serta (2) motivasi belajar peserta didik yang kurang. Solusi dari hambatan dari sisi peserta didik (1) pemecahan kurikulum dilakukan karena pemberangkatan PKL sehingga mata pelajaran CAD muncul di semester satu dengan pertimbangan mata pelajaran CAD masih satu rumpun dengan mata pelajaran GTM serta (2) peserta didik bisa membuka kajian literatur yang tersedia pada mata pelajaran GTM dan peserta didik dapat bertanya kepada guru pengampu mata pelajaran c) hambatan implementasi kurikulum merdeka dilihat dari sisi sarana prasarana adalah (1) terdapat beberapa fasilitas penunjang pembelajaran seperti komputer yang rusak (2) ruangan di Laboratorium CAD tidak ideal serta (3) pengajuan bahan praktik yang tidak terpenuhi karena terhambat karena sumber dana sekolah yang dirasa tidak mencukupi. Solusi dari hambatan dari sisi sarana prasarana adalah (1) SMK PGRI 3 Kota Malang mendapatkan pendanaan dari pemerintah pusat daerah industri dan masyarakat serta (2) manajemen fasilitas dan lingkungan seperti membuat program pengadaan sarpras dan pengadaan sarpras/fasilitas. Akan tetapi belum terkoordinasi dengan baik serta (3) sekolah pun bisa memaksimalkan Unit Produksi dan Jasa (UPJ) sekolah untuk memenuhi sarana prasarana yang tidak terakomodasi dari sumber dana BOS dan BOPP sekaligus sebagai sarana praktik siswa untuk menerapkan materi kewirausahaan.