Skripsi
Analisis kinerja angkutan kota di maumere (studi kasus: trayek maumere-terminal lokaria) / Yunita Tahiri
Abstrak
Trayek yang banyak dilalui angkutan kota adalah Maumere-Terminal Lokaria yaitu dari Terminal Lokaria menuju SMAS Katolik St. John Paul II Maumere. Terminal Lokaria adalah salah satu terminal yang diharapkan dapat memenuhi kebutuhan masyarakat Kota Maumere. Angkutan tidak memiliki identitas/nomor sesuai dengan rute yang ditetapkan Dinas Perhubungan Kab. Sikka membuat angkutan beroperasi sesuai dengan kemauan sopir dan penumpang.Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan karakteristik pengguna dan pengemudi angkutan kota di Maumere serta mendeskripsikan kinerja angkutan kota di Maumere berdasarkan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Tahun 2002. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dan dimulai dengan mengidentifikasi masalah kajian pustaka pengumpulan data pengolahan data analisis data pembahasan kemudian kesimpulan. Hasil penelitian diperoleh (1) karakteristik pengguna angkot mayoritas berusia 17-25 tahun (34%) mayoritas berjenis kelamin perempuan (69%) tingkat pendidikan/pendidikan terakhir mayoritas merupakan SMA (47%) jenis pekerjaan mayoritas adalah pelajar/mahasiswa (73%) berpenghasilan atau memiliki uang saku lt Rp500.000 perbulan (38%) mayoritas bertempat tinggal di kos/kontrak (37%) mayoritas asal perjalanan dari rumah (57%) memiliki tujuan perjalanan ke sekolah (47%) memiliki maksud perjalanan untuk bersekolah (45%) menggunakan angutan desa/bemo (50%) mayoritas memilih karena pertimbangan harga (murah) (63%) memilih kinerja angkutan baik (46%) dan memilih kurang baik (46%). (2) karakteristik pengemudi angkot usia mayoritas 17-29 tahun (54%) pengemudi 100% berjenis kelamin laki-laki pendidikan terakhir SMA (65%) memiliki pengalaman lt 10 tahun (62%) berpenghasilan Rp100.000-Rp200.000 perhari (51%) mayoritas merupakan angkot sewa (78%) dengan tarif setoran gt Rp100.000 perhari mayoritas usia angkutan 5-10 tahun (67%) melakukan perjalanan gt 5 kali dalam sehari (97%) melakukan perjalanan sebanyak 4-6 hari dalam satu minggu (95%) dan fasilitas yang diberikan berupa pengharum dan speaker music. (3) kinerja operasional angkot Maumere-Terminal Lokaria pada arah Terminal Lokaria-SMASK John Paul II Maumere dan sebaliknya faktor muat yaitu 36 4% dan 38 8% kecepatan perjalanan yaitu 24 8 km/jam dan 23 km/jam waktu antara yaitu 9 menit dan 7 menit waktu tempuh yaitu 13 7 menit/jam dan 14 8 menit/km frekuensi yaitu 11 kend/jam dan 10 kend/menit waktu tunggu yaitu 4 menit dan 3 menit.