Skripsi
Analisis pengendalian persediaan menggunakan model economic order quantity dengan lagrange multiplier untuk meminimalisir biaya persediaan bahan baku susu sapi (studi kasus: pt. xyz) /Naufal Fikri Safatullah
Abstrak
PT. XYZ memiliki beberapa sektor usaha seperti peternakan sapi perah wisata edukasi dan permainan. Perusahaan juga memproduksi susu segar dan susu kemasan yaitu susu cup dan susu botol bahan baku utama untuk produksi susu kemasan ialah susu sapi. Saat ini perusahaan mempunyai supplier tetap untuk membeli susu sapi yang akan diproduksi menjadi susu kemasan. Pada kenyataannya perusahaan belum memiliki strategi dalam pengendalian persediaan susu yang mengakibatkan perusahaan mengeluarkan total biaya persediaan yang ekstra. Tujuan penelitian ini adalah meramalkan penggunaan susu periode mendatang dan menentukan kuantitas pemesanan optimal agar tidak melebihi kapasitas tempat penyimpanan serta meminimalisir total biaya persediaan. Penelitian menggunakan data historis persediaan susu perusahaan selama dua tahun dari Januari 2020 ndash Desember 2022. Sebelum dilakukan analisis pengendalian persediaan maka melakukan peramalan periode mendatang (Januari ndash Desember 2023) terlebih dahulu menggunakan metode moving average 2 bulanan moving average 3 bulanan moving average 4 bulanan moving average 5 bulanan weighted moving average 2 bulanan weighted moving average 3 bulanan weighted moving average 4 bulanan weighted moving average 5 bulanan exponential smoothing alpha 0 01 alpha 0 02 alpha 0 1 alpha 0 5 dan alpha 0 9. Metode peramalan terbaik dipilih berdasarkan nilai terkecil mean absolute deviation (MAD) dan mean absolute percentage error (MAPE). Hasil penelitian menunjukan bahwa metode peramalan terbaik adalah moving average 5 bulanan dengan nilai MAD 405 dan MAPE 6 74% dengan metode peramalan terpilih diketahui penggunaan kebutuhan susu periode mendatang sebanyak 70.941 Liter. Setelah menghitung dan membandingkan kebijakan perusahaan dan model EOQ dengan lagrange multiplier berdasarkan analisis sensitivitas diketahui bahwa metode pengendalian persediaan dengan total biaya persediaan yang paling minimum yaitu model EOQ dengan lagrange multiplier sebesar Rp 4.347.050/tahun dan jika ditambahkan harga bahan baku susu memperoleh total biaya persediaan sebesar Rp 713.757.050/tahun dalam keadaan normal. Model EOQ dengan lagrange multiplier memperoleh kuantitas pemesanan optimal yang tidak melebihi kapasitas tempat penyimpanan sebesar 2.000 Liter.