Skripsi
Analisis antioksidan pada sirup herbal bunga telang dengan rasio serai (cymbopogon citratus) dan kapulaga (amomum cardamomum) yang berbeda / Lutfiyah Nur Laela
Abstrak
Sirup adalah produk minuman dari campuran air dan gula dengan kadar larutan gula minimal 65%. Sirup merupakan sediaan pekat dalam air dari gula atau bahan pengganti gula yang dapat ditambahkan bahan pewangi dan senyawa obat. Penggunaan serai kapulaga dan bunga telang dapat menambah variasi bahan utama dalam pembuatan sirup dan juga dapat menjadi nilai tambah pada sirup herbal karena memiliki kandungan bioaktif. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh rasio serai dan kapulaga (45 5 42.5 7.5 dan 40 10) pada sirup bunga telang terhadap kadar flavonoid kadar saponin kapasitas antioksidan dan uji kesukaan. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan perlakuan rasio serai dan kapulaga yang berbeda (45 5 42.5 7.5 dan 40 10). Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan pengulangan sebanyak dua kali pada setiap formula. Data dianalisis menggunakan ANOVA dan uji lanjut DMRT. Hasil analisis statistik menunjukkan rasio serai dan kapulaga yang berbeda berpengaruh terhadap kadar flavonoid kadar saponin kapasitas antioksidan dan uji kesukaan terhadap panelis. Kadar flavonoid tertinggi pada sirup bunga telang serai dan kapulaga terdapat pada rasio serai dan kapulaga 40 10 sebanyak 2571.484 mg/L. Kadar saponin tertinggi terdapat pada rasio serai dan kapulaga 45 5 sebanyak 1050.000 mg/L. Kapasitas antioksidan paling kuat terdapat pada rasio serai dan kapulaga 40 10 dengan nilai IC50 sebanyak 106.7243 ppm. Uji kesukaan terhadap rasa dan aroma yang memiliki nilai tertinggi berdasarkan panelis adalah pada rasio serai dan kapulaga 40 10 dan uji kesukaan terhadap warna yang disukai oleh panelis adalah pada rasio 42.5 7.5 dan 40 10.