Skripsi
Pengaruh self-compassion terhadap quarter-life crisis pada mahasiswa tingkat akhir / Enggita Arya Kusuma
Abstrak
Berdasarkan tahapan perkembangannya mahasiswa akhir berada pada masa peralihan emerging adulthood. Mahasiswa tingkat akhir dituntut untuk mampu mempersiapkan diri menghadapi perubahan permasalahan dan pilihan penting di kehidupan masa depan. Berbagai kesulitan dan perubahan tersebut tentu akan berpotensi memicu mahasiswa akhir mengalami quarter-life crisis. Quarter-life crisis biasanya terjadi pada usia 18-29 tahun khususnya mahasiswa tingkat akhir atau yang baru saja lulus yang ditandai dengan adanya respon emosional seperti kecemasan merasa tertekan dan putus asa. Salah satu sikap yang dapat dikembangkan dalam diri saat mengalami masa krisis emosional ini adalah self-compassion dimana self-compassion mendorong seseorang mampu melihat suatu peristiwa melalui sudut pandang kebaikan serta meregulasi emosi secara adaptif. Penelitian ini berfokus untuk mengetahui pengaruh self-compassion terhadap quarter-life crisis pada mahasiswa tingkat akhir. Sampel dalam penelitian ini yaitu mahasiswa tingkat akhir Universitas Negeri Malang yang sedang mengerjakan tugas akhir dan diperoleh menggunakan teknik incidental sampling sejumlah 278 mahasiswa. Pengambilan data menggunakan skala Quarter-Life Crisis dan Self-Compassion Scale. Analisis data menggunakan teknik analisis regresi linear. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh negatif self-compassion terhadap quarter-life crisis pada mahasiswa tingkat akhir sebesar 35.2%.