Disertasi
Plurikultural dalam pembelajaran Bahasa Indonesia bagi penutur asing (BIPA) / Prima Vidya Asteria
Abstrak
Plurikultural didefinisikan sebagai pengetahuan atau pengalaman beragam budaya komunikasi yang dikuasai oleh individu. Pada penelitian ini plurikultural dalam Pembelajaran BIPA didefinisikan sebagai pengetahuan atau pengalaman budaya komunikasi masyarakat Indonesia yang perlu dikuasai oleh pemelajar BIPA. Fokus penelitian ini yaitu (1) muatan plurikultural dalam SKL BIPA (2) rancangan dan implementasi plurikultural dalam pembelajaran BIPA dan (3) desain integrasi plurikultural dalam pembelajaran BIPA. Penelitian ini memberikan kegunaan baik secara teoretis yaitu memberikan sumbangan pada ilmu budaya pemahaman lintas budaya cultural pedagogy serta wacana kelas multikultur maupun kegunaan praktis bagi pengajar BIPA peneliti lain dan pemegang kebijakan. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Subjek penelitian ini adalah 10 orang pengajar BIPA dengan kriteria pengalaman mengajar minimal 8 tahun dan memiliki konsistensi di bidang BIPA. Data penelitian ini adalah hasil wawancara mendalam dengan subjek penelitian sebagai informan dan hasil dokumentasi perangkat pembelajaran BIPA yang diperoleh dari informan berupa RPP materi ajar rekaman video pembelajaran dan asesmen BIPA. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu wawancara mendalam semi terstruktur dokumentasi dan observasi. Teknik analisis data berupa reduksi data penyajian data dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian dipaparkan hal-hal berikut. Pertama Standar Kompetensi Lulusan (SKL) BIPA yang digunakan sebagai acuan pengembangan pembelajaran BIPA pada umumnya telah mengakomodasi muatan plurikultural. Bentuk akomodasi ini ditunjukkan dengan sebesar 66% (283) dari 429 indikator capaian kompetensi SKL memiliki muatan plurikultural. Dari jumlah tersebut 78% (220) muatan plurikultural yang ada berupa budaya komunikasi masyarakat indonesia yang bersifat general sedangkan 22% (63) muatan plurikultural bersifat spesifik. Adapun dari 63 indikator spesifik tersebut dapat dikelompokkan menjadi empat (4) aspek plurikultural yaitu 44 indikator atau 70% merujuk pada aspek norma dan etika berkomunikasi 10 indikator atau 16% merujuk pada aspek implikatur 7 indikator atau 11% merujuk pada aspek basa-basi dan 2 indikator atau 3% merujuk pada stereotip. Kedua rancangan dan implementasi plurikultural dalam pembelajaran BIPA belum dikelola dengan baik. Pada umumnya sebagian besar pengajar belum merencanakan integrasi muatan plurikultural secara sistematis dan terencana. Rancangan pembelajaran BIPA bermuatan plurikultural hanya ditemukan pada materi ajar. Berdasarkan hasil analisis terhadap rancangan pembelajaran diketahui bahwa plurikultural belum terdeskripsi secara eksplisit pada tujuan pembelajaran dan rancangan kegiatan pembelajaran pada dokumen RPP. Sementara pada materi atau bahan ajar hanya ditemukan dua aspek plurikultural yaitu norma dan etika serta basa-basi. Adapun implementasi muatan plurikultural dalam pembelajaran BIPA diklasifikasi menjadi dua yaitu implementasi dengan pola terstruktur dan implementasi secara improvisasi. Ketiga desain integrasi plurikultural dalam pembelajaran BIPA dapat dikelompokkan berdasarkan konteks komunikasi formal dan informal. Muatan plurikultural pada konteks formal hanya implikatur (kalimat interogatif yang bermaksud imperatif). Sementara desain integrasi plurikultural dalam pembelajaran BIPA pada konteks informal berupa aspek norma dan etika implikatur basa-basi dan stereotip. Secara rinci muatan norma etika meliputi etika bertamu etika bertemu etika berpakaian etika makan etika pergaulan lawan jenis etika berbicara menggunakan kata ganti orang etika berbicara muatan stereotip berupa suka menolong jam karet tidak konsisten dan insyaallah sebagai penghalusan jawaban negatif muatan basa-basi berupa ldquo mau makanan ini rdquo ldquo mau dibantu rdquo ldquo dari mana rdquo hingga bertanya kabar muatan implikatur berupa ldquo kotor ya rdquo . Rekomendasi penelitian yaitu (1) Bagi pengajar BIPA penelitian ini dapat memberikan gambaran serta sebagai acuan dalam mengintegrasikan muatan plurikultural dalam pembelajaran BIPA (2) bagi peneliti lain penelitian ini dapat menjadi dasar untuk melakukan penelitian terkait pola-pola budaya komunikasi lain dari masyarakat Indonesia yang termasuk dalam aspek-aspek plurikultural BIPA. Selain itu peneliti lain juga dapat mengembangkan model-model pembelajaran BIPA bermuatan plurikultural dan (3) bagi pemegang kebijakan penelitian ini dapat menjadi dasar untuk menetapkan standardisasi kompetensi plurikultural BIPA.