Skripsi
Analisis kinerja operasional dan evaluasi layanan pada sistem transportasi publik transjakarta (studi kasus koridor 1 dan koridor 4) / Ananda Vitranka Sulthan
Abstrak
Kawasan perkotaan adalah pusat aktivitas ekonomi politik dan budaya dengan populasi yang tinggi karena urbanisasi. Urban sprawl di pinggiran Jakarta menjadi perhatian mendorong pemerintah untuk mengembangkan sistem transportasi seperti TransJakarta. Meskipun telah diintegrasikan dengan moda transportasi lainnya tantangan seperti tingginya penggunaan kendaraan pribadi dan penurunan penggunaan TransJakarta masih ada. Diperlukan langka-langkah lanjutan untuk meningkatkan daya tarik dan efisiensi transportasi umum serta mengurangi ketergantungan pada kendaraan pribadi guna menciptakan lingkungan perkotaan yang lebih berkelanjutan. Penting juga untuk melakukan pengembangan sistem transportasi yang ramah lingkungan seperti jaringan sepeda dan jalur pejalan kaki serta menggalakkan kebijakan penataan ruang yang mendukung penggunaan transportasi umum sebagai pilihan utama. Tujuan dari penelitian ini adalah (1) menganalisis kinerja operasional TransJakarta pada koridor 1 dan koridor 4 dan (2) mengevaluasi kinerja layanan TransJakarta pada koridor 1 dan koridor 4 dengan kriteria BRT standard yang sudah ditetapkan oleh ITDP. Metode penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif dengan menggunakan standar kinerja operasional transportasi umum dan BRT standard. Kinerja operasional transportasi umum merupakan kemampuan kerja angkutan umum dalam melakukan operasi dan pelayanan kepada pengguna angkutan. BRT standard merupakan alat evaluasi koridor bus raya terpadu yang diterapkan di seluruh dunia berdasarkan acuan penerapan terbaiknya secara internasional. Hasil penelitian kinerja operasional TransJakarta koridor 1 menunjukkan bahwa sebagian parameter seperti headway dan waktu tempuh memenuhi standar yang ditetapkan. Namun terdapat beberapa aspek yang tidak memenuhi standar seperti kapasitas operasi yang melebihi batas maksimum kecepatan operasi yang melebihi batas maksimum serta load factor yang berada di bawah batas minimum. Di sisi lain kinerja operasional pada koridor 4 menunjukkan bahwa sebagian besar parameter termasuk kapasitas operasi dan headway tidak memenuhi standar yang ditetapkan. Kedua koridor tersebut diberikan peringkat silver-standard BRT dengan nilai rancangan tertentu namun tantangan utama terletak pada beberapa kriteria seperti BRT basics perencanaan layanan infrastruktur stasiun akses dan integrasi yang kurang maksimal dalam mendapatkan poin serta poin deduksi operasi yang tinggi mempengaruhi nilai keseluruhan yang didapatkan pada kedua koridor.