Disertasi
Pendampingan perempuan Desa sebagai penyangga perekonomian keluarga / Risa Elvia
Abstrak
Penelitian ini menganalisis tentang (1) pengorganisasian pendamping perempuan desa sebagai penyangga perekonomian keluarga dan menemukan teori tentang pengorganisasian pendamping perempuan desa sebagai penyangga perekonomian keluarga (2) pemandirian yang dilakukan oleh pendamping dalam pendampingan terhadap perempuan desa sebagai penyangga perekonomian keluarga dan menemukan teori tentang pemandirian yang dilakukan oleh pendamping terhadap perempuan desa sebagai penyangga perekonomian keluarga (3) kemandirian secara ekonomi perempuan desa sebagai penyangga perekonomian keluarga dan menemukan teori tentang kemandirian secara ekonomi perempuan desa sebagai penyangga perekonomian keluarga. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif jenis fenomenologi. Teknik pengumpulan datanya adalah wawancara observasi dan studi dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan teknik analisis tematik untuk menemukan keterkaitan pola-pola sejauhmana fenomena terjadi melalui kacamata peneliti. Selain itu juga analisis data menggunakan model Miles Huberman dan Saldana dengan menerapkan empat langkah yaitu data condensation data collection data display dan conclusiondrawing/ verification. Hasil penelitian yang didapatkan yaitu (1) pengorganisasian pendamping perempuan desa dengan kualifikasi tinggi sebagai fasilitator kewirausahaan dan pemasaran digital melibatkan proses rekrutmen selektif berdasarkan motivasi keahlian dan pengetahuan relevan. Kolaborasi dengan pemerintah desa karangtaruna dan lembaga keuangan penting untuk maksimalkan sumber daya dan dukungan terhadap pemberdayaan ekonomi keluarga di desa. Evaluasi program berkala diperlukan untuk memastikan keberhasilan dan modifikasi sesuai perkembangan desa fokus pada paradigma pemberdayaan permukiman yang sehat dan berkelanjutan melalui pelibatan generasi muda dalam digital marketing dan literasi keuangan (2) pemandirian perempuan desa sebagai penyangga perekonomian keluarga dapat terwujud melalui pendampingan yang efektif dan fokus pada pengembangan keterampilan. Pemberdayaan perempuan desa dalam perekonomian keluarga dapat tercapai melalui pendampingan efektif pengembangan keterampilan manajemen risiko pemisahan keuangan pemanfaatan pemasaran digital peran koperasi wanita dukungan pemerintah dan pengertian dari kaum laki-laki. Melalui partisipasi dalam komunitas dan optimalisasi peluang perempuan desa dapat bersama-sama mengatasi hambatan utama seperti permodalan untuk meningkatkan daya saing UMKM dan memperkuat peran mereka sebagai penopang ekonomi keluarga (3) kemandirian ekonomi perempuan desa melibatkan dukungan keluarga pendidikan media sosial pendampingan inovasi dan pelatihan kewirausahaan dengan peran suami sebagai fondasi utama. Proses pemberdayaan melalui tahapan penyadaran pengembangan kapasitas dan mencapai tingkat mandiri bertujuan membuat perempuan desa menjadi motor pertumbuhan ekonomi di komunitas mereka dan (4) pemberdayaan perempuan desa sebagai penyangga ekonomi keluarga memerlukan pendampingan efektif dengan fokus pada pengembangan keterampilan manajemen risiko dan pemasaran digital dengan rekrutmen selektif dan kolaborasi dengan pemerintah desa. Melalui partisipasi generasi muda evaluasi program berkala diperlukan untuk menyesuaikan dengan perkembangan desa dengan harapan menciptakan motor pertumbuhan ekonomi di komunitas mereka. Pendamping perempuan disarankan Pendamping perempuan desa disarankan fokus pada keterampilan manajemen risiko dan pemasaran digital. Rekrutmen selektif kolaborasi dengan pemerintah desa karangtaruna lembaga keuangan serta keluarga mendukung perempuan desa sebagai motor pertumbuhan ekonomi. Pemerintah desa hendaknya memperkuat program pendampingan dengan fokus pada keterampilan manajemen risiko dan pemasaran digital. Kepala lembaga keuangan disarankan mendukung permodalan perempuan pelaku usaha. Pengelola toko UMKM hendaknya menyederhanakan prosedur pembayaran dengan kolaborasi antara pengelola toko pemerintah desa dan lembaga keuangan setempat. Ketua Komunitas Layanan UMKM Naik Kelas (Lunas) disarankan memfokuskan program pada keterampilan manajemen risiko dan pemasaran digital dengan peningkatan kolaborasi. Ketua Komunitas Gayatri UMKM di Desa Sukolilo hendaknya meningkatkan kolaborasi dengan pemerintah desa karang taruna dan lembaga keuangan. Suami keluarga dan masyarakat di Desa Sukolilo disarankan memberikan dukungan aktif pada perempuan desa. Para peneliti selanjutnya disarankan menggunakan hasil penelitian ini sebagai referensi untuk meneliti lebih lanjut tentang program pendampingan perempuan desa dengan rekrutmen selektif kolaborasi intensif dan evaluasi berkala dan berfokus pada kemandirian ekonomi.