Tesis
Pengembangan agen antibakteri berbasis ferofluida fe3o4/zno menggunakan surfaktan ganda terdispersi sun flower oil / Hendra Ratmono
Abstrak
Antibakteri adalah senyawa yang dapat menghentikan pertumbuhan bakteri penyebab infeksi dan menghancurkannya. Akan tetapi perkembangan resistensi bakteri terhadap berbagai antibakteri terus meningkat yang membuat pengobatan menjadi semakin sulit. Untuk mengatasi masalah tersebut sebuah agen antibakteri telah dibuat salah satunya adalah agen antibakteri berbasis Fe3O4 Partikel Fe3O4 dipilih sebagai agen antibakteri karena memiliki reactive oxygen species (ROS) yang dapat membunuh bakteri akan tetapi Fe3O4 memiliki efek berbahaya bagi tubuh sehinga ZnO harus ditambahkan untuk meningkatkan biokompatibilitas dari antibakteri tersebut. Nanokomposit Fe3O4/ZnO dimodifikasi menjadi ferrofluida untuk mengurangi aglomerasi akibat gaya Van der Waals. Tiga komponen utama penyusun ferrofluida Fe3O4/ZnO yaitu minyak biji bunga matahari sebagai dispersan asam oleat dan dimetil sulfoksida sebagai surfaktan serta Fe3O4/ZnO sebagai filler. Penelitian ini menyelidiki pengaruh penambahan massa ZnO pada ferrofluida dengan tujuan mengembangkan agen antibakteri. Setelah di sinteis Fe3O4 dikompositkan dengan ZnO membentuk Fe3O4/ZnO. Difraksi sinar-X (XRD) digunakan untuk mengevaluasi struktur kristal serbuk Fe3O4/ZnO dan pemindaian mikroskop elektron dengan spektroskopi dispersif energi (SEM-EDX) digunakan untuk mengkarakterisasi morfologi serbuk. Setelah itu minyak biji bunga matahari digunakan untuk mendispersikan Fe3O4/ZnO setelah dicampur dengan dua surfaktan yaitu OA dan DMSO. Uji antibakteri dilakukan untuk menyelidiki pencegahan pertumbuhan bakteri. Ferofluida Fe3O4/ZnO dianalisis menggunakan Fourier Transform Infrared (FTIR) untuk meneliti gugus fungsi dan Vibrating Sample Magnetometry (VSM) untuk mengevaluasi karakteristik magnetik. Puncak difraksi Fe3O4 pada FZ1 atau penambahan 0 5 g ZnO diidentifikasi pada 2 theta 35 61o. Seiring bertambahnya massa (1-2) g ZnO yang ditunjuk FZ2-FZ4 puncak difraksi Fe3O4 mulai berkurang sedangkan puncak ZnO sekitar 2 theta 36 29o. Ukuran partikel Fe3O4/ZnO semakin kecil seiring bertambahnya massa ZnO yaitu mulai (67 5-57 7) nm dan berbentuk bulat serta panjang yang bergerombol. Adanya ikatan Fe-O dan Zn-O pada bilangan gelombang masing-masing 420 cm-1 dan 462-477 cm-1 menunjukkan indikasi adanya gugus fungsi ferrofluid Fe3O4/ZnO dengan surfaktan asam oleat. dan DMSO yang disebarluaskan dalam media minyak bunga matahari. Selain itu ikatan COO- ditemukan pada bilangan gelombang 1437 cm-1 yang menunjukkan adanya surfaktan berbasis asam oleat sedangkan jenis ikatan S O ditemukan pada bilangan gelombang 953 cm-1 hingga 1020 cm-1 yang menunjukkan adanya DMSO. Koersivitas dan magnetisasi remanen ferrofluid Fe3O4/ZnO mendekati nol dan nilai magnetisasi saturasi turun seiring meningkatnya massa ZnO. Hal ini merupakan ciri ferofluida Fe3O4/ZnO memiliki sifat surperparamagnetik. Ferofluida Fe3O4/ZnO dapat diklasifikasikan sebagai agen antibakteri dengan aktivitas zona hambat yang kuat terhadap B. subtilis yaitu 14 387 mm sedangkan zona hambat yang bekerja pada S. aureus dan E. coli dapat dikategorikan sebagai aktivitas zona hambat yang sedang yaitu sebesar (9 117 dan 10 017) mm.