UPT Perpustakaan UM

  • Beranda
  • Informasi
  • Repository UM
  • SIPADU UM
  • OPAC SIPADU

Pencarian Spesifik

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
No image available for this title

Tesis

Supervisi akademik oleh Kepala Sekolah untuk meningkatkan profesionalisme guru di daerah terdepan dan terluar / Tami Nurhadi

Nurhadi, Tami - Nama Orang;

Abstrak
Profesionalisme guru mempunyai peranan penting dalam peningkatan mutu pendidikan karena profesionalisme guru memberikan jaminan perlindungan kepada kesejahteraan masyarakat umum. Namun sebagian masyarakat masih menganggap profesionalisme guru selama ini masih rendah hal ini juga diperkuat dengan banyaknya pemberitaan terkait sikap guru yang tidak profesional dalam menjalankan tugasnya dan juga pernyataan beberapa tokoh yang memiliki peran penting dalam dunia pendidikan memiliki pandangan bahwasanya profesionalitas guru dalam menjalankan tanggung jawabnya yang belum sesuai dengan harapan. Tentunya hal ini perlu segera jadi fokus utama semua pihak khususnya Kepala Sekolah yang memiliki andil besar dalam melaksanakan tugasnya untuk melakukan pembinaan dan bimbingan kepada guru-guru agar lebih profesional dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya. Faktor utama yang dapat dilaksanakan Kepala Sekolah untuk meningkatkan profesionalisme guru yaitu dengan melaksanakan supervisi akademik. Implementasi supervisi akademik oleh Kepala Sekolah akan memiliki tantangan yang berbeda di setiap Sekolah dan daerah khususnya di daerah-daerah yang memiliki perhatian khusus seperti daerah terdepan dan terluar Sekolah-Sekolah yang ada di daerah ini memiliki tantangan yang lebih kompleks dalam pelaksanaan supervisi akademik jika dibandingkan sekolah di perkotaan. Maka Kepala Sekolah dalam melaksanakan kegiatan supervisi akademik diperlukan pendekatan dan model yang fleksibel. Fokus utama dalam penelitian ini adalah bagaimana upaya supervisi akademik oleh Kepala Sekolah untuk meningkatkan profesionalisme guru di daerah terdepan dan terluar. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif. Peneliti menggunakan pendekatan kualitatif karena memiliki tujuan untuk memahami perihal yang terjadi oleh subjek dalam penelitian. Jenis penelitian yang digunakan yaitu studi multi kasus karena peneliti ingin mendeskripsikan menganalisis dan membandingkan upaya Kepala Sekolah dalam pelaksanaan supervisi akademik di SMP Negeri 1 Jemaja dan SMP Negeri 1 Jemaja Timur yang memiliki ruang lingkup yang berbeda. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini melalui observasi wawancara dan dokumentasi. Data yang diperoleh peneliti selanjutnya diolah dengan melakukan analisis kondensasi data display data dan penarikan kesimpulan. Selanjutnya data tersebut diuji keabsahannya dengan menggunakan triangulasi data pengecekan anggota meningkatkan ketekunan dan kecukupan referensi dan rujukan. Berdasarkan analisis data yang telah dilakukan maka diperoleh hasil penelitian Pertama penyusunan program supervisi akademik dilaksanakan oleh Kepala Sekolah dengan membentuk TIM kerja yang terdiri dari wakil Kepala Sekolah dan perwakilan guru senior penyusunan dilakukan diawal tahun pelajaran dengan berpedoman pada analisis program supervisi tahun sebelumnya dan penyusunan berlandaskan sesuai dengan Permendiknas. Setelah tersusun program supervisi Kepala Sekolah mensosialisasikannya kepada guru-guru yang akan di supervisi dan Kepala Sekolah menginformasikan juga kepada guru untuk mempersiapkan perangkat pembelajaran dan media ajar yang dibutuhkan. Kedua implementasi program supervisi akademik diawali dengan pertemuan pra supervisi untuk melihat dan mengecek perangkat pembelajaran yang telah dibuat oleh guru dan memberikan penguatan awal kepada guru pelaksanaan supervisi dilaksanakan di dalam kelas Kepala Sekolah sebagai supervisor mengamati secara keseluruhan kegiatan proses belajar mengajar yang dilaksanakan guru dengan menggunakan instrumen supervisi untuk penilaian terhadap guru yang disupervisi setelah pengamatan dan penilaian selesai Kepala Sekolah melakukan pertemuan pasca supervisi dengan guru kegiatan ini diawali dengan mendengarkan pernyataan dari guru perihal perasaannya berikut capaian-capaian yang telah tercapai dan yang belum terlaksana setelahnya Kepala Sekolah menyampaikan temuannya dari hasil pengamatan dan penilaian dengan memberikan umpan balik yang konstruktif serta Kepala Sekolah mengapresiasi atas capaian yang telah di peroleh dan guru melakukan perbaikan sesuai dengan solusi yang sudah disepakati bersama. Ketiga Kepala Sekolah selain memiliki peranan utama sebagai supervisor dalam supervisi akademik sebagai upaya untuk meningkatkan profesionalisme guru untuk mewujudkannya Kepala Sekolah harus menjalankan peranannya secara maksimal diantaranya menilai kinerja guru secara objektif menjadi inspirator bagi guru meningkatkan motivasi guru dan sebagai fasilitator dalam memfasilitasi kebutuhan guru sebagai upaya pengembangan potensi guru Kepala Sekolah memiliki peranan untuk mampu mengidentifikasi pelatihan atau workshop yang tepat dan sesuai dengan kebutuhan guru. Peranan yang di jalankan Kepala Sekolah dalam supervisi akademik ini dengan harapan agar guru dapat terus berkembang dan memberikan layanan pendidikan terbaiknya sebagai guru yang memiliki predikat profesional. Keempat pelaksanaan supervisi akademik oleh Kepala Sekolah berdampak pada meningkatnya kemampuan dan pemahaman guru dalam pelaksanaan proses belajar mengajar meningkatnya kemampuan guru dalam menyusun perangkat pembelajaran dengan baik dan sesuai dengan kebutuhan siswa dan daya dukung Sekolah meningkatnya kreatifitas dan inovatif guru dalam menggunakan metode dan media pembelajaran yang tepat meningkatkan kepercayaan diri guru dalam melaksanakan pembelajaran menjadikan guru yang kolaboratif meningkatnya rasa tanggung jawab dan disiplin guru terjalinnya hubungan yang harmonis antara guru dan Kepala Sekolah. Kelima hambatan yang Kepala Sekolah alami dalam melaksanakan supervisi akademik di Sekolah wilayah khusus adalah geografis yang sulit keterbatasan waktu Kepala Sekolah sering padamnya listrik dan gangguan sinyal internet sikap guru yang kurang kooperatif dan skeptis terhadap pelaksanaan supervisi akademik. Upaya Kepala Sekolah dalam mengatasi hambatan ini diantaranya dengan membagi tugas pelaksanaan supervisi dengan wakil Kepala Sekolah dan guru senior yang terlatih menjadwalkan pelaksanaan supervisi di waktu yang minim akan terjadinya gangguan teknis melakukan pendekatan persuasif dengan guru memberikan pemahaman akan tujuan dan manfaat supervisi berikut contoh-contoh kesuksesan dari pelaksanaan supervisi akademik.


Informasi Detail
DDC
Rt 371.12 NUR s
Prodi
Universitas Negeri Malang. Program Studi Manajemen Pendidikan, 2024.
Deskripsi Fisik
xxi, 329 lembar : ilus. ; 30 cm
Bahasa
Indonesia
No Reg
00247/RT/24
Edisi
Tesis (Pascasarjana)--Universitas Negeri Malang. 2024
Subjek
1. GURU - PROFESIONALISME
2. SUPERVISI AKADEMIK
3. TEACHER - PROFESSIONALISM

Pembimbing
1. Prof. Dr. Ali Imron, M.pd, M.si;2. Teguh Triwiyanto, S.pd, M.pd
Lampiran Berkas
You must be logged in to get fulltext


UPT Perpustakaan UM
  • Berita

Tentang Kami

TIM IT Perpustakaan 2023

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS

Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik