Disertasi
Berpikir komputasional mahasiswa dalam menyelesaikan masalah barisan berdasarkan gaya belajar / Miswanto
Abstrak
Dalam meningkatkan perkembangan kognitif dan motivasi belajar mahasiswa dapat menerapkan keterampilan berpikir komputasional dalam menyelesaikan masalah barisan. Dengan keterampilan berpikir komputasional nantinya mahasiswa dapat menyederhanakan masalah-masalah kompleks menjadi lebih sederhana sehingga memudahkan mahasiswa dalam memahami dan menyelesaikan masalah yang diberikan. Hal tersebut berdasarkan hasil uji coba yang dilakukan oleh peneliti terhadap subyek yang mempunyai gaya belajar divergen dan subyek yang mempunyai gaya belajar akomodasi. Adapun data uji coba pada subyek dengan gaya belajar divergen berdasarkan hasil jawaban tes think aloud dan wawancara semi terstruktur bahwa tahapan proses berpikir komputasionalnya yaitu dekomposisi generalisasi abstraksi dan algoritma. Sedangkan data uji coba pada subyek yang memiliki gaya belajar akomodasi berdasarkan hasil jawaban tes think aloud dan wawancara semi terstruktur bahwa proses berpikir komputasional antara lain abstraksi algoritmik dekomposisi dan generalisasi. Berdasarkan hasil uji coba penelitian pada 2 subyek yang memiliki gaya belajar yang berbeda menunjukkan bahwa tahapan berpikir komputasional berbeda baik dalam merumuskan masalah beserta penyelesainnya. Hasil uji coba penelitian menunjukkan bahwa kemampuan berpikir komputasional mahasiswa pada masing-masing gaya belajar memiliki keragaman. Berdasarkan fenomena di atas maka perlu diteliti tentang bagaimana proses berpikir komputasional mahasiswa berdasarkan gaya belajar. Adapun kedudukan penelitian ini yaitu meneruskan hasil penelitian yang dilakukan oleh Jou dkk yang meningkatkan kemampuan berpikir komputasional berdasarkan prosedur berpikir komputasional dalam pembelajaran matematika sehingga dapat memecahkan masalah matematika. Penelitian tentang berpikir komputasional selama ini belum ada yang mengulas atau membahas tentang proses berpikir komputasional dalam menyelesaikan masalah barisan berdasarkan gaya belajar. Sehingga tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan proses berpikir komputasional mahasiswa dalam menyelesaikan masalah barisan berdasarkan gaya belajar. Pendekatan dalam penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif eksploratif. Subyek dalam penelitian ini ada 8 mahasiswa yaitu mahasiswa program studi tadris Matematika Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan UIN SATU Tulungagung semester 5 yang hasil jawaban tes terdapat tahapan berpikir komputasional. Penelitian ini menggunakan dua jenis instrumen yaitu peneliti sebagai instrumen utama dan instrumen pendukung yang meliputi angket tes dan wawancara semi terstruktur. Data penelitian terdiri dari dua macam yaitu data penelitian tahap pertama dan data penelitian tahap kedua. Data tahap pertama yaitu data awal gaya belajar mahasiswa dalam masing-masing tahapan berpikir komputasional subyek dan data penelitian tahap kedua yaitu jawaban tes dan proses berpikir komputasional masing-masing subjek. Prosedur pengumpulan data yang dilakukan melalui 2 tahap. Pada tahap 1 dilakukan dengan memberikan lembar angket dan lembar tes kepada subjek untuk memperoleh gambaran gaya belajar dan data proses berpikir komputasional subyek. Tahap dua dilakukan proses think aloud kepada subyek yang mengerjakan tes untuk mengidentifikasi subyek pada masing-masing berpikir komputasional berdasarkan gaya belajar dan melaksanakan wawancara semi terstruktur kepada subyek. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini mengacu pada teknik analisis data menurut Miles dan Huberman yang terdiri dari tiga tahap (reduksi data penyajian data dan penarikan kesimpulan). Dalam menentukan keabsahan data diperlukan adanya teknik pemeriksaan yang didasarkan atas 4 indikator yaitu derajad kepercayaan (credibility) kerteralihan (transferability) ketergantungan (dependability) dan kepastian (confirmability). Prosedur penelitian meliputi 3 tahap yaitu tahap persiapan tahap pengambilan data dan tahap analisis data. Hasil penelitian tentang proses berpikir komputasional mahasiswa dalam menyelesaikan masalah berdasarkan gaya belajar yaitu (1) proses berpikir komputasional mahasiswa dalam menyelesaikan masalah barisan berdasarkan gaya belajar divergen di mulai dari tahapan dekomposisi tahapan algoritmik tahapan dekomposisi tahapan generalisasi tahapan debugging tahapan abstraksi dan tahapan dekomposisi. Dimana tahapan berpikir komputasionalnya termasuk tidak runtut lengkap dan sistematis dengan terdapat perbedaan pada subyek divergen 1 melakukan tahapan debugging sebelum tahapan abstraksi tetapi pada subyek divergen 2 melakukan tahapan abstraksi kemudian tahapan debugging (2) Proses berpikir komputasional mahasiswa dalam menyelesaikan masalah barisan berdasarkan gaya belajar asimilasi di mulai dari tahapan dekomposisi tahapan abstraksi tahapan algoritmik tahapan debugging tahapan generalisasi tahapan abstraksi dan tahapan dekomposisi. Dimana tahapan berpikir komputasionalnya termasuk tidak runtut lengkap dan tidak sistematis dengan terdapat perbedaan pada subyek asimilasi 1 setelah melakukan tahapan dekomposisi langsung tahapan abstraksi dilanjutkan tahapan algoritmik dan tahapan generalisasi tetapi pada subyek asimiasi 2 setelah tahapan dekomposisi adalah tahapan generalisasi kemudian tahapan abstraksi (3) Proses berpikir komputasional mahasiswa dalam menyelesaikan masalah barisan berdasarkan gaya belajar konvergen di mulai dari tahapan dekomposisi tahapan abstraksi tahapan algoritmik tahapan debugging tahapan generalisasi tahapan algoritmik tahapan abstraksi dan tahapan dekomposisi. Dimana tahapan berpikir komputasionalnya termasuk runtut lengkap dan sistematis dengan terdapat perbedaan proses berpikir komputasionalnya pada subyek konvergen 1 dan konvergen 2 adalah pada tahapan algoritmiknya saja (4) Proses berpikir komputasional mahasiswa dalam menyelesaikan masalah barisan berdasarkan gaya belajar akomodasi di mulai dari tahapan dekomposisi tahapan abstraksi tahapan generalisasi tahapan algoritmik dan tahapan debugging. Di mana tahapan berpikir komputasionalnya runtut lengkap dan sistematis dengan perbedaan subyek akomodasi 1 tahapan berpikir komputasionalnya lebih sistematis di bandingkan dengan subyek akomodasi 2. Kesimpulan dari penelitian tentang proses berpikir komputasional mahasiswa dalam menyelesaikan masalah barisan berdasarkan gaya belajar ini adalah (1) proses berpikir komputasional subyek dengan gaya belajar divergen memenuhi semua tahapan berpikir komputasional dengan lengkap sistematis tetapi tidak runtut (2) proses berpikir komputasional subyek dengan gaya belajar asimilasi memenuhi semua tahapan berpikir komputasional dengan lengkap namun tidak sistematis dan tidak runtut (3) proses berpikir komputasional subyek dengan gaya belajar konvergen memenuhi semua tahapan berpikir komputasional dengan runtut lengkap dan sistematis dan (4) proses berpikir komputasional subyek dengan gaya belajar akomodasi memenuhi semua tahapan berpikir komputasional dengan runtut lengkap dan sistematis. Berdasarkan kesimpulan penelitian maka peneliti memberikan saran yaitu (1) Bagi pengajar matematika baik dosen ataupun guru disarankan menggunakan pendekatan pemecahan masalah dalam menyelesaikan masalah komputasional supaya memicu mahasiswa dalam berpikir komputasional yang terdiri dari tahapan dekomposisi abstraksi generalisasi algoritmik dan debugging berdasarkan gaya belajar. Bagi peneliti berikutnya yang berminat melakukan penelitian berpikir komputasional dalam menyelesaikan masalah berdasarkan aspek yang lain dan bisa di kaji lebih dalam saat proses tahapan-tahapan berpikir komputasionalnya (2) Masalah dalam penelitian ini tentang proses berpikir komputasional mahasiswa dalam menyelesaikan masalah barisan geometri. Bagi peneliti berikutnya dapat di gunakan pada berpikir komputasional dalam memecahkan masalah yang bukan barisan geometri dan (3) Temuan menunjukkan adanya proses berpikir komputasional mahasiswa dalam menyelesaikan masalah barisan berdasarkan gaya belajar menurut Kolb. Penelitian berikutnya diharapkan dapat di dasarkan pada gaya belajar dengan teori yang berbeda atau pada teori belajar yang lain.