Skripsi
Model pemilihan moda transportasi antara bus dan kereta api (studi kasus: rute Malang-Blitar kelas ekonomi) / Lukman Hakim
Abstrak
Moda transportasi yang banyak digunakan oleh masyarakat untuk perjalanan Malang-Blitar diantaranya adalah bus dan kereta api kelas ekonomi. Hubungan erat yang terjadi diantara Kota Malang dan Blitar dapat berpotensi terjadi pergerakan yang besar dan kerap mengalami peningkatan di masa mendatang seiring perkembangan wilayah. Kompetisi antar moda transportasi mempunyai keterkaitan dengan karakteristik kondisi dan kelebihan dari moda transportasi itu sendiri. Tujuan penelitian ini antara lain untuk mendeskripsikan karakteristik pelaku perjalanan bus dan kereta api kelas ekonomi yang terdiri dari kondisi sosial-ekonomi dan karakteristik perjalanan. Selain itu juga untuk memodelkan pemilihan moda transportasi antara bus dan kereta api kelas ekonomi. Untuk mengidentifikasi karakteristik pelaku perjalanan dan memodelkan pemilihan moda transportasi digunakan instrumen berupa kuesioner yang mana memuat tentang kondisi sosial-ekonomi dan karakteristik perjalanan serta pertanyaan mengenai preferensi masyarakat terhadap moda transportasi dengan menerapkan metode Stated Preference yang dimodelkan dengan logit binomial. Hasil penelitian ini menunjukkan beberapa perbedaan pada karakteristik pelaku perjalanan. Pengguna bus sebagian besar berjenis kelamin laki laki (71%) dengan interval usia 36-45 tahun (34%) dengan jenis pekerjaan pegawai swasta (41%) dan penghasilan antara Rp3.000.000 - sampai Rp4.500.000 - (46%) lalu alasan memilih moda adalah jadwal yang lebih sering (54%). Sedangkan pengguna kereta api sebagian besar berjenis kelamin perempuan (72%) dengan interval usia 15-25 tahun (68%) jenis pekerjaan yaitu pelajar/mahasiswa (66%) dan penghasilan kurang dari Rp3.000.000 - (82%) lalu alasan memilih moda adalah kemudahan akses (38%). Hasil analisis pemodelan pemilihan moda diperoleh persamaan utilitas yang kemudian dilakukan perhitungan logit binomial diperoleh probabilitas pemilihan moda untuk kondisi saat ini adalah 23% untuk bus dan 77% untuk kereta api yang menunjukan bahwa probabilitas kereta api lebih tinggi daripada bus.