Skripsi
Ketajaman warna hasil digital printing pada kain satin maxmara, roberto cavali, dan velvet / Khusnul Pujiati
Abstrak
Pada saat ini penampilan menjadi hal utama yang diperhatikan oleh kebanyakan masyarakat mulai dari kepala hingga ujung kaki. Penampilan adalah impresi pertama dalam bersosialisasi dengan orang lain dengan pemahaman padu padan yang baik akan menciptakan penampilan yang menarik dan tidak membosankan. Dalam hal ini diartikan bahwa pakaian membantu seseorang untuk tampil lebih menarik. Seiring dengan perkembangan terkait fungsinya pakaian juga mengalami berbagai perkembangan lainnya. Perubahan gaya berpakaian tentu saja dipengaruhi oleh berbagai aspek seperti kebudayaan hingga trend yang berkembang dari waktu ke waktu dan eksplorasi desain motif tekstil merupakan salah satu perwujudan perkembangan tersebut. Sekarang ini model pakaian tahun 90an kembali menjadi trend di masa kini terutama pakaian dengan motif unik dan kontemporer sangat banyak diminati. Motif yang diaplikasikan dalam pakaian merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan kualitas produk tekstil agar memiliki keindahan dan daya tarik sehingga nilai estetis dan nilai ekonomisnya lebih tinggi. Dengan perkembangan ini banyak kalangan mulai mencari pakaian dengan motif yang unik dan berusaha tampil beda untuk menegaskan kembali selera gaya yang unik. Kebanyakan dari mereka mengikuti sistem pre order saat membeli pakaian karena biasanya jumlah produksi pakaian sistem pre order tidak banyak atau terbatas. Dengan produksi terbatas kemungkinan memiliki dan menemui orang yang memakai pakaian yang sama sangat kecil. Perkembangan industri tekstil saat ini juga terus berkembang pesat. Di era digital ini pembuatan motif pada tekstil yang akan dijadikan pakaian dapat menggunakan media digital salah satunya adalah digital printing. Berkembangnya teknologi digital di bidang industri tekstil mempermudah desainer untuk menciptakan produk tekstil dengan berbagai motif dalam waktu yang lebih singkat dengan jumlah warna dan ukuran pola motif tidak terbatas. Dengan adanya media digital printing untuk pembuatan motif membuka terobosan baru dalam hal fashion karena dengan adanya metode ini seseorang dapat membuat pakaian dengan motif dan desainnya sendiri dalam jumlah satuan. Hal ini cocok untuk mengikuti trend saat ini dimana kebanyakan orang ingin tampil beda dan tidak terkesan pasaran. Digital printing merupakan alat modern untuk mencetak motif pada kain berbasis digital dimana motif yang dicetak berasal dari suatu file gambar. Teknik digital printing sudah sangat umum dikalangan industri dan pasaran karena penggunaan teknik ini mengedepankan kecepatan proses produksi dengan resiko kegagalan yang tidak terlalu besar dan biaya produksi jauh lebih murah. Penggunaan bahan tekstil (kain) untuk digital printing biasanya yang memiliki kandungan serat polyester karena warna yang dihasilkan akan lebih tajam. Kain satin adalah salah satu kain yang mengandung serat polyester. Kain satin memiliki jenis tetal benang berbeda-beda setiap jenisnya. Tetal benang ini berpengaruh pada kerapatan benang pada kain. Kain yang memiliki kerapatan lebih tinggi akan memiliki kualitas yang lebih baik. Semakin rapat tenunannya maka warna dapat terserap lebih baik dan warna yang dihasilkan lebih rapat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui ketajaman warna hasil digital printing pada kain satin maxmara kain satin roberto cavali dan kain satin velvet. Penelitian ini termasuk penelitian eksperimen. Untuk pengambilan datanya penelitian ini menggunakan uji laboratorium. Berdasarkan hasil penelitian yang sudah dilakukan dapat disimpulkan bahwa hasil uji ketajaman warna R% (Reflektansi) pada variasi kain satin memiliki nilai yang berbeda-beda. Pada kain satin maxmara yang memiliki tetal benang arah lusi 104 (hl/inchi) dan arah pakan 100 (hl/inchi) rata-rata seluruh nilai ketajaman warna R% adalah 67.93 sehingga hasil rata-rata T% (100-R%) adalah 37.07 dengan kriteria ketajaman warna cukup muda. Hasil dari kain satin roberto cavali yang memiliki tetal benang arah lusi 92 (hl/inchi) dan arah pakan 94 (hl/inchi) rata-rata seluruh nilai ketajaman warna R% adalah 56.50 sehingga hasil rata-rata T% (100-R%) adalah 43.50 dengana kriteria ketajaman warna sedang. Hasil dari kain satin velvet yang memiliki tetal benang arah lusi 80 (hl/inchi) dan arah pakan 84 (hl/inchi) rata-rata seluruh nilai ketajaman warna R% adalah 63.10 sehingga hasil rata-rata T% (100-R%) adalah 36.90 dengana kriteria ketajaman warna cukup muda. Berdasarkan hasil tersebut kain satin yang memiliki hasil jadi warna motif printing paling tajam diantara kain satin maxmara kain satin roberto cavali dan kain satin velvet adalah kain satin roberto cavali.