Disertasi
Kepemimpinan digital Kepala Sekolah Dasar Islam dalam transformasi digital (studi multi kasus di SDI Kreatif mutiara anak sholeh, MI Muslimat Nahdlatul Ulama Pucang, dan SD Muhammadiyah 1 Sidoarjo) / Enik Chairul Umah
Abstrak
RINGKASAN Umah Enik Chairul. 2024. Kepemimpinan Digital Kepala Sekolah Dasar Islam dalam Transformasi Digital Studi Multi Kasus di SDI Kreatif Mutiara Anak Sholeh MI Muslimat Nahdlatul Ulama Pucang dan SD Muhammadiyah 1 Sidoarjo. Disertasi Program Studi Pendidikan Dasar. Pascasarjana. Universitas Negeri Malang. Promotor Prof. Dr. Ali Imron M.Pd M.Si Kopromotor (1) Dr. Syamsul Hadi M.Pd M.Ed (2) Dr. Henry Praherdhiono S.Si M.Pd Kata Kunci kepemimpinan kepemimpinan digital kepala sekolah transformasi digital. Perkembangan teknologi yang pesat dan masif berdampak pada perubahan tata kelola pendidikan berbasis digital yang perlu diproritaskan sebagai solusi peningkatan mutu pelayanan sekolah yang efektif dan efisien. Perubahan ini berdampak pada praktik kepemimpinan kepala sekolah. Kepemimpinan digital kepala sekolah memainkan peran kunci dalam keberhasilan transformasi digital. Transformasi digital di sekolah dilakukan dengan mengintegrasikan teknologi dalam layanan pembelajaran administrasi dan manajemen sekolah. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui dan mendeskripsikan secara mendalam bagaimana proses transformasi digital aspek-aspek substantif kepemimpinan digital keterampilan kepemimpinan digital kepala sekolah dalam melakukan transformasi digital apa saja resistensi dan faktor pendukung yang muncul terhadap kepemimpinan digital kepala sekolah dalam transformasi digital dan bagaimana strategi kepala sekolah dalam mengatasi resistensi dan memanfaatkan faktor pendukung tersebut. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif menggunakan model studi multi kasus. Lokasi penelitian adalah SDI Kreatif Mutiara Anak Sholeh MI Muslimat Nahdlatul Ulama Pucang dan SD Muhammadiyah 1 Sidoarjo. Teknik pengumpulan data dengan observasi wawancara mendalam dan dokumentasi. Analisis data tunggal menggunakan tahapan yang dikembangkan oleh Miles Hubberman dan Saldana yaitu dengan melakukan pengumpulan data kondensasi data penyajian data dan penarikan kesimpulan. Adapun analisis lintas kasus dengan melakukan analisis perbandingan antar kasus yang direkomendasikan Robert K.Yin pertama merumuskan proposisi berdasarkan temuan kasus pertama dilanjutkan kasus kedua dan ketiga. Kedua membandingkan dan memadukan temuan teoritik sementara dari ketiga kasus penelitian. Ketiga merumuskan kesimpulan teoritik berdasarkan analisis lintas kasus sebagai temuan akhir. Keabsahan data mengikuti pendapat Lincoln dan Guba yaitu keterperpercayaan keteralihan kebergantungan dan kepastian. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa pertama proses transformasi digital dimulai dari ide kepala sekolah yang mempunyai visi ke depan untuk mengembangkan dan membuat branding sekolah sesuai perkembangan zaman dan kebutuhan masyarakat yang dituangkan dalam visi sekolah. Visi sekolah disosialisasikan kepada warga sekolah dan dilakukan penyesuaian struktur organisasi sekolah dengan menambahkan tim Informasi dan Teknologi (IT) yang bertugas untuk memfasilitasi produk layana digital mengontrol kebutuhan teknologi dan mengawasi terlaksananya transformasi digital di sekolah. Selanjutnya perubahan setting dan lingkungan belajar dilakukan upaya peningkatan kapasitas guru dan karyawan sekolah tentang pemanfaatan teknologi dalam aktivitas kerja dan terjadi perubahan model kerja. Kedua Aspek substantif kepemimpinan digital kepala sekolah dasar yang dibutuhkan untuk dapat mewujudkan transformasi digital meliputi kemampuan memahami keamanan teknologi digital kemampuan kewirausahaan pengambilan keputusan yang cepat dan tepat kemampuan analisis memiliki motivasi belajar serta pola pikir dan perilaku digital. Ketiga Keterampilan kepala sekolah dalam kepemimpinan digital yang diperlukan untuk tercapainya transformasi digital sekolah adalah keterampilan untuk berkomunikasi efektif menyelesaikan masalah membangun hubungan memeroleh dan merespon umpan balik mendapatkan kepercayaan warga sekolah dan kemampuan berempati terhadap tim. Keempat kepemimpinan digital kepala sekolah dalam melakukan transformasi digital di sekolah tidak lepas dari faktor pendukung dan penghambat. Faktor pendukungnya berasal dari guru/pegawai muda yang terampil memanfaatkan teknologi dalam aktivitas kerja sehari-hari serta guru/pegawai yang menyukai tantangan dan mempelajari hal-hal baru keterampilan kepemimpinan digital kepala sekolah dan pembelajaran yang didesain sesuai kebutuhan siswa. Faktor penghambatnya berasal dari internal sekolah yaitu dari guru/pegawai yang tidak sejalan dengan visi sekolah enggan beradaptasi dengan perubahan karena faktor usia atau khawatir tidak mampu mengikuti perubahan. Sedangkan faktor penghambat eksternal berasal dari orang tua yang resisten terhadap dampak negatif pemanfaatan teknologi yang digunakan putra-putrinya serta kenaikan biaya. Kelima kepala sekolah dengan kepemimpinan digitalnya mampu memanfaatkan faktor pendukung dan penghambat untuk mewujudkan visi sekolah dan transformasi digital dengan membentuk kelompok belajar guru/karyawan untuk berkarya dengan pemanfaatan teknologi memberikan ruang yang luas bagi para guru/karyawan untuk mengembangkan diri sesuai kebutuhan belajarnya. Kepala sekolah juga memberikan edukasi kepada para orang tua tentang pemanfaatan teknologi yang aman dan sesuai dengan perkembangan siswa. Kepala sekolah melibatkan semua warga sekolah dalam kepemimpinannya (kolektif kolegial) karena kepala sekolah menyadari bahwa mereka adalah motor penggerak perubahan di sekolah. Kepala sekolah juga memberikan apresiasi kepada guru/karyawan dalam bentuk program relaksasi (umroh sinergi building family gathering) untuk menciptakan kesejahteraan guru/karyawan. Kesimpulan dari penelitian ini adalah proses transformasi digital sekolah melalui beberapa tahapan yaitu mengembangkan ide mengubah struktur organisasi mendesain ulang lingkungan penyediaan perangkat digital dan program mengembangkan keterampilan sumber daya manusia perubahan model kerja dan budaya sekolah Aspek substantif kepemimpinan digital kepala sekolah meliputi pemahaman keamanan data perubahan perilaku dan pola pikir digital pengambilan keputusan analisis dan motivasi. Keterampilan kepemimpinan digital kepala sekolah mencakup komunikasi yang efektif tata kelola yang berkelanjutan penyelesaian masalah multi-level dan membangun hubungan kerja yang kolaboratif. Faktor pendukung kepemimpinan digital kepala sekolah berupa guru milenial yang terbiasa dan cakap dalam memanfaatkan teknologi keterampilan kepala sekolah dan pembelajaran yang didesain sesuai kebutuhan siswa. Sementara faktor penghambatnya adalah guru yang mau pensiun guru yang enggan berubah kemampuan guru yang masih kurang dalam penggunaan teknologi dan kendala pendanaan strategi yang dilakukan untuk memanfaatkan faktor penghambat dan pendukung adalah mengoptimalkan peran guru yang cakap memanfaatkan teknologi menyediakan fasilitas digital memberi ruang bagi guru untuk berkarya dan berkreasi dengan memanfaatkan teknologi menerapkan cara kerja kolaboratif dan kolektif kolegial. Berdasarkan uraian disarankan sebagai berikut. Dinas pendidikan dan departemen agama patut menjadikan hasil penelitian ini sebagai salah satu masukkan kebijakan kepemimpinan digital di sekolah. Peneliti lain dapat menggunakan penelitian ini sebagai acuan untuk penelitian yang berkaitan dengan kepemimpinan digital kepala sekolah dalam transformasi digital pada jenjang pendidikan lain.