Skripsi
Analisis gerak kaki, tangan, dan togok saat melakukan passing bawah pada atlet bola voli putra klub Bahana Muda Kota Malang / Fina Luluk Chumaidah
Abstrak
Berbagai teknik dasar permainan bola voli antara lain service passing smash dan block. Dari beberapa teknik permainan bola voli passing merupakan dasar utama dalam permainan bola voli (Irwanto amp Nuriawan 2021). Passing penyerangan pertama sering digunakan sebagai passing bawah (Baitul Afdi dkk. 11 C.E.). Passing bawah digunakan untuk pertahanan tim dan berperan penting sebagai langkah awal dalam menjalankan serangan atau menggiring bola. Gerakan passing bawah memiliki gerakan kompleks yang terdiri dari awalan pelaksanaan lanjutan (Iskandar 2013). Saat melakukan passing bawah atlet perlu memiliki koordinasi yang baik antar bagian tubuh agar dapat melakukan berbagai teknik passing bawah secara efektif. Kemampuan dalam melakukan passing bawah sangat bergantung pada teknik yang tepat dan berkaitan dengan sudut gerak kaki tangan dan togok. Berdasarkan hal tersebut peneliti berupaya untuk meneliti besaran sudut yang terbentuk pada saat melakukan passing bawah bola voli. Serta untuk mengembangkan dan mengupdate dengan membandingkan hasil analisis dengan parameter teori data penelitian sebelumnya. Penelitian ini terdapat 40 populasi dan menggunakan 10 sampel dengan teknik purposive sampling dengan pendekatan deskriptif kuantitatif untuk menganalisis data dengan cara mendeskripsikan atau menggambarkan data yang telah terkumpul. Dalam penelitian ini diawali dengan mengidentifikasi subjek penelitian kemudian dilanjutkan dengan pengumpulan data berupa video yang telah direkam dan dianalisis menggunakan aplikasi Dartfish versi 6.0.10406.0. Video penelitian tersebut direkam menggunakan 2 kamera yaitu EOSR dan NIKON. Kamera tersebut diletakkan pada sisi kanan dan kiri lapangan yang berjarak 4 5 meter dari sempel serta tinggi1 5 meter posisi lurus dengan sampel. Serta menggunakan alat dan bahan yang dapat mendukung pada saat proses pengumpulan data dalam penelitian ini seperti laptop kamera handphone bola voli net dan tripod. Hal ini dimaksudkan agar gerakan atlet saat melakukan passing bawah dapat diamati secara jelas dengan maksimal. Selanjutnya sampel mengisi lembar persetujuan sebagai responden dan kesediaannya untuk direkam pada saat pelaksanaan pengambilan data. Kemudian data berupa rekaman video dianalisis menggunakan aplikasi Dartfish versi 6.0.10406.0. Sehingga peneliti mengetahui hasil data tersebut berupa besaran sudut kaki tangan dan togok yang terbentuk saat melakukan passing bawah. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yaitu selisih kurang dengan parameter yang telah diteliti sebelumnya. Hal tersebut terjadi karena beberapa faktor antara lain bentuk latihan yang dilakukan penguasaan teknik koordinasi ketajaman mata kelentukan pada togok dan lutut. Hasil yang diperoleh pada sudut tangan saat perkenaan dengan bola diusahakan dalam keadaan lurus sejajar dan siku dalam keadaan terkunci sehingga siku melakukan gerakan ekstensi dan membentuk sudut 0 deg . Hal ini dimaksudkan agar bola terarah sesuai sasaran. Hasil analisis yang diperoleh pada sudut sendi lutut kanan memiliki rata-rata sebesar 55 29 deg sendi lutut kiri sebesar 59 49 deg sendi siku rata-rata sebesar 0 deg sendi pinggul kanan rata-rata sebesar 53 68 deg dan sendi pinggul kiri sebesar 52 04 deg . Dapat disimpulkan bahwa hasil keseluruhan sudah sesuai dengan standarisasi ROM. Sehingga penelitian ini dapat dijadikan acuan untuk saat berlatih dengan menggunakan prinsip-prinsip biomekanika. Saran pada penelitian selanjutnya dapat menggunakan sampel pada putri karena pada penilitian ini hanya menggunakan kategori putra. Untuk saran kedepannya para pelatih mau atlet dapat menerapkan prinsip-prinsip biomekanika olahraga saat program penyusunan atau pelaksanaan latihan. Serta untuk penelitian selanjutnya penelitian ini dapat dijadikan parameter.