Skripsi
Pengaruh variasi suhu pemadatan terhadap karakteristik aspal porus menggunakan gradasi rsni 2012 / Deni Febryanlie
Abstrak
Perkerasan aspal porus merupakan perkerasan lentur dimana menggunakan agregat kasar dengan proporsi jumlah yang banyak dari pada proporsi agregat halus untuk mendapatkan ruang atau pori-pori pada campuran. Aspal yang berpori menyebabkan nilai stabilitas pada campuran kecil sehingga pemanfaatannya terbatas. Pelaksanaan dan pemilihan gradasi yang baik akan meningkatkan kinerja campuran. Proses pemadatan pada suhu tertentu merupakan salah satu metode pelaksanaan yang dapat meningkatkan kinerja aspal porus. Penelitian ini bertujuan (1) Mendeskripsikan karakteristik bahan penyusun aspal porus yang ditinjau dari pengujian agregat kasar agregat halus filler serta pengujian aspal. (2) Mendeskripsikan suhu pemadatan optimum aspal porus menggunakan gradasi RSNI-2012 melalui uji Marshall Binder Drain Down Permeabilitas Cantabro Loss. Metode pada penelitian ini diawali dengan mempersiapkan peralatan dan bahan melakukan pengujian bahan membuat benda uji KAO selanjutnya melaksanakan pengujian marshall supaya mendapatkan nilai kadar aspal optimum. Dari nilai KAO dibuat benda uji dengan variasi suhu pemadatan dengan rentang suhu pemadatan 115 C 130 C 145 C 160 C dan 175 C yang selanjutnya dilakukan pengujian marshall permeabilitas binder drain down dan cantabro loss berdasarkan spesifikasi RSNI-2012. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) Bahan yang digunakan dalam pencampuran aspal porus mencangkup agregat kasar agregat halus filler dan aspal telah memenuhi spesifikasi RSNI 2-2012. (2) kinerja campuran aspal porus meningkat seiring dengan kenaikan suhu pemadatan yang ditunjukkan dengan nilai stabilitas yang lebih baik namun berbanding terbalik dengan nilai VIM. Didapatkan suhu pemadatan optimum pada suhu 152 5 ordm C dengan nilai rata-rata stabilitas sebesar 406 08 kg flow sebesar 3 24 mm VIM sebesar 17 24% permeabilitas 0 044 cm/s binder drain down sebesar 0 060% dan nilai cantabro loss sebesar 18 6%.