Skripsi
Studi manajemen teaching factory pada program keahlian teknik pemesinan di SMK Negeri 1 Singosari / Mochamad Andrianto
Abstrak
Perkembangan dunia industri membutuhkan tenaga kerja produktif yang siap kerja di dunia industri. Dalam hal ini sekolah menengah kejuruan merupakan salah satu badan institusi pendidikan yang bertujuan mencetak tenaga kerja yang diharapkan. Salah satu langkah SMK untuk mempersiapkannya yaitu dengan dilaksanakannya pembelajaran teaching factory. Pembelajaran teaching factory ditunjukkan dengan kemampuan siswa dalam menyelesaikan pekerjaan dan kompetensi terhadap proses pembelajaran. Manajemen teaching factory di SMK diharapkan dapat meningkatkan keterampilan siswa sesuai dengan kebutuhan dunia industri namun pengelolaan teaching factory harus didukung dengan manajemen yang baik agar sesuai dengan yang diharapkan. Tujuan dari penelitian ini ialah guna mengetahui 1) Perencanaan teaching factory bidang teknik pemesinan SMK Negeri 1 Singosari 2) Pengorganisasian teaching factory bidang teknik pemesinan SMK Negeri 1 Singosari 3) Pelaksanaan teaching factory bidang teknik pemesinan SMK Negeri 1 Singosari dan 4) Pengawasan teaching factory bidang teknik pemesinan SMK Negeri 1 Singosari. Tempat penelitian ini dilaksanakan di SMK Negeri 1 Singosari dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan jenis penelitian studi kasus. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik wawancara observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan pada penelitian ini menggunakan model analisis sebagai berikut yaitu reduksi data penyajian data dan penarikan kesimpulan. Penelitian ini menunjukkan hasil bahwa manajemen teaching factory pada program keahlian teknik pemesinan di SMK Negeri 1 Singosari sudah berjalan dengan sangat baik dalam perencanaan pengorganisasian pelaksanaan dan pengawasan. Perencanaan teaching factory bidang teknik pemesinan meliputi a) Pengumuman dilaksanakan pembelajaran teaching factory b) Guru pembimbing mempersiapkan materi dan jobsheet dari perusahaan yang telah dipelajari kemudian mempersiapkan sarana dan prasarana c) Modul ajar berbasis kurikulum merdeka belajar meningkatkan kemampuan siswa d) Sarana dan prasarana dilaksanakan pada bengkel CNC dan mesin sudah menggunakan type produksi e) Kerjasama industri melalui bidang humas untuk diberikan pekerjaan melalui MOU. Pengorganisasian teaching factory bidang teknik pemesinan meliputi a) Kelompok kegiatan yang serupa dan saling berkaitan memberikan kesembatan bagi siswa belajar dan akan dikelompokan sesuai minat dan bakat b) Membagi tanggung jawab dengan pengurus struktur organisasi mengerjakan benda dalam pengawasan guru pembimbing c) Koordinasi target produksi sesuai dengan permintaan pemesan dan sesuai jadwal dan d) Keuangan diatur bendahara organisasi. Pelaksanaan teaching factory pada bidang teknik pemesinan meliputi a) Pelaksanaan teaching factory sesuai standart operasional yang berlaku berjalan dengan baik b) Pembelajaran teaching factory sesuai jadwal rencana sepulang sekolah hari sabtu dan minggu c) Guru pembimbing memberikan pengarahan bimbingan dan pengawasan dan d) Perusahaan melakukan pemerikasaan hasil produksi untuk didapatkan penilaian produk. Pengawasan teaching factory bidang teknik pemesinan meliputi a) Penetapan standariasi hasil sesuai jobsheet b) Penilaian siswa akan lebih maksimal dibandingkan yang tidak mengikuti pembelajaran teaching factory c) Pemeriksaan hasil produksi dilakukan guru pembimbing d) Evaluasi hasil produk oleh pihak industri untuk benda yang kurang sesuai pesanan dan e) Guru pembimbing melakukan evaluasi pengerjaan bersama siswa.