Disertasi
Budaya Indonesia dalam buku ajar bipa “sahabatku Indonesia” bagi pelajar asing / Sainee Tamphu
Abstrak
RINGKASAN Tamphu Sainee. 2024. Budaya Indonesia dalam Buku Ajar BIPA ldquo Sahabatku Indonesia rdquo bagi Pelajar Asing. Disertasi Program Studi S-3 Pendidikan Bahasa Indonesia Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Prof. Dr. Imam Suyitno M.Pd. (2) Dr. Gatut Susanto M.M. M.Pd. Kata kunci budaya Indonesia ragam budaya model penyajian nilai budaya buku teks pelajar asing Buku ajar bagi pelajar asing memiliki peran sentral dalam pembelajaran. Buku ajar yang masih relevan untuk menjadi pedoman ialah ldquo Sahabatku Indonesia rdquo yang diterbitkan oleh Kemendikbud RI tahun 2019. Buku ini terdiri dari 7 level yaitu BIPA 1 2 3 4 5 6 dan 7. Buku ini berisi informasi mengenai dasar-dasar komunikasi praktis dan latihan-latihan berbahasa Indonesia. Dalam materi latihan komunikasi disajikan berbagai unit wacana yang berisi informasi tentang budaya Indonesia. Bahasa dan budaya merupakan bagian yang tidak dapat dipisahkan. Bahasa merupakan hasil budaya suatu masyarakat yang kompleks dan aktif. Secara otomatis pelajar asing yang belajar bahasa tentu akan memelajari budaya lokal masyarakat Indonesia pula. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mendeskripsikan (1) ragam budaya Indonesia dalam buku ajar ldquo Sahabatku Indonesia rdquo (2) model penyajian dalam buku ajar dan (3) nilai-nilai budaya Indonesia dalam buku ajar pada level 1 mdash 7. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian kualitatif dengan jenis penelitian analisis konten. Data penelitian ini berupa teks (dialog dan deskripsi) serta gambar dari 7 seri buku BIPA Sahabatku Indonesia yang ditetapkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Data penelitian ini berupa unit-unit gambar dan uraian tertulis yang dikutip dari teks latihan komunikasi yang ada di sumber data. Data penelitian terpilah dalam 3 klasifikasi yaitu ragam model penyajian dan nilai-nilai budaya Indonesia. Berdasarkan hal tersebut sumber data yang dipilih dianggap tepat untuk mengungkap informasi tentang bagaimana siswa BIPA mempelajari nilai-nilai budaya. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik dokumentasi dan wawancara pelajar asing. Analisis data melalui proses interpretasi refleksi pandangan pribadi dan penafsiran data berdasarkan teori Miles dan Huberman (1984 23). Peneliti mengekstrak setiap bab dari sumber data untuk menemukan pola dan tema. Selanjutnya berdasarkan teks dan visual yang menggambarkan budaya bangsa Indonesia peneliti mengambil beberapa contoh untuk menganalisis sesuai dengan ketiga fokus. Teori yang digunakan untuk menganalisis ialah teori budaya dan teori wacana multimodal. Hasil temuan dalam penelitian ini terbagi menjadi tiga. Pertama ragam budaya Indonesia dalam buku ajar ldquo Sahabatku Indonesia rdquo . Pada ragam budaya telah ditemukan dua wujud yaitu tangible (benda) dan intangible (tak benda). Tangible meliputi rumah adat (Wae Rebo) makanan dan minuman khas (soro rendang dan jamu) alat transportasi (becak dan Kapal Apung Lampulo) dan alat komunikasi (kentongan). Sementara intangible meliputi kebahasaan (cerita rakyat sapaan dan lagu daerah) budaya perilaku (fahombo batu tradisi syukuran mudik dan panjat-pinang) dan aspek gagasan/budaya pengetahuan (sapaan batik dan prinsip gotong-royong ). Kedua model penyajian pada buku ajar ldquo Sahabatku Indonesia rdquo . Pada model telah ditemukan satu jenis teknik penyajian yaitu visual (gambar). Teknik visual tersebut terbagi menjadi 3 klasifikasi yaitu gambar yang disertai dengan teks (deskriptif-naratif dan latihan soal) gambar yang disertai teks percakapan serta gambar yang disertai dengan percakapan monolog. Ketiga nilai-nilai budaya Indonesia dalam buku ajar ldquo Sahabatku Indonesia rdquo . Pada buku ajar tersebut telah ditemukan 6 klasifikasi nilai budaya yang telah digunakan yakni kebersamaan (kerja sama/gotong-royong) solidaritas/kepedulian untuk membantu orang lain kedamaian moralitas (tata krama/baik-buruk) dan sosial (kekeluargaan). Temuan pada fokus pertama menunjukkan bahwa ragam budaya Indonesia terbagi menjadi dua yaitu tangible dan intangible. Pada fokus ke dua model penyajian menunjukkan dominasi penggunaan gambar yang disertai dengan teks pada latihan guna memahamkan budaya Indonesia. Sementara itu pada fokus ke tiga mdash temuan pada nilai mdash menunjukkan bahwa nilai moralitas dan kebersamaan secara dominan direpresentasikan dalam buku ajar SI. Peneliti menyimpulkan bahwa para penulis buku ajar SI memberikan penekanan yang lebih besar pada nilai moralitas (sapaan salam salim serta aturan tata krama lainnya) dan nilai kebersamaan (gotong-royong) karena ingin mengajarkan nilai-nilai tersebut sejak awal. Dengan demikian pelajar asing dapat beradaptasi dengan cepat apabila ingin berkomunikasi atau (mungkin) tinggal bersama masyarakat Indonesia dengan mempelajari buju ajar BIPA ldquo Sahabatku Indonesia rdquo .