Skripsi
Pengembangan media pembelajaran aplikasi augmented reality peninggalan kolonial belanda di Lawang (Arpodala) berbantuan booklet untuk siswa Kelas XI IPS SMA Negeri 1 Lawang / Hernanda Ade Apriansyah
Abstrak
Penelitian ini didasarkan pada optimalisasi media pembelajaran sejarah bagi siswa untuk memudahkan proses pembelajaran sejarah. Konten materi yang diangkat berdasarkan pada potensi peninggalan kolonial Belanda di Lawang. Berdasarkan data yang diperoleh dengan Guru Sejarah SMA Negeri 1 Lawang serta analisis kebutuhan siswa kelas XI IPS SMA Negeri 1 Lawang diketahui bahwa di SMA Negeri 1 Lawang sudah mengangkat materi sejarah lokal tetapi masih terbatas pada masa periode Hindu-Buddha. Siswa juga belum banyak mengetahui mengenai sejarah lokal di Lawang seperti berbagai peninggalan kolonial Belanda di Lawang. Dalam hal pembelajaran siswa juga membutuhkan media pembelajaran sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik siswa. Tujuan dari penelitian ini adalah mengembangkan media pembelajaran berbentuk aplikasi augmented reality untuk lebih spesifiknya adalah aplikasi Android dengan fitur augmented reality yang berbantuan booklet dengan materi tentang peninggalan kolonial Belanda di Lawang. Peran booklet untuk memunculkan 3D dalam marker yang dimuat dalam booklet. Aplikasi yang dikembangkan menggunakan Unity 3D sebagai builder. Agar memudahkan penyebutan aplikasi maka peneliti memberikan akronim ldquo ARPODALA rdquo . Aplikasi ini ditujukan untuk siswa kelas XI IPS SMA Negeri 1 Lawang. Media pembelajaran ldquo ARPODALA rdquo dapat diakses melalui proses pemasangan di smartphone Android terlebih lagi siswa di SMA Negeri 1 Lawang diperbolehkan untuk mengoperasikan smartphone di dalam kelas dan sudah tersedia jaringan internet di sekolah. Penelitian ini mengadopsi model penelitian dan pengembangan dari Sugiyono yang terdiri dari sepuluh langkah yaitu identifikasi potensi dan masalah pengumpulan data perancangan produk validasi desain revisi desain pengujian produk revisi produk pengujian penggunaan revisi produk final dan produksi massal. Saat memvalidasi materi tingkat persentase yang diperoleh mencapai 97 22% sementara untuk validasi media mencapai 92 42%. Berdasarkan hasil validasi tersebut materi dan media ldquo ARPODALA rdquo dinyatakan sangat valid (menurut rentang kriteria Arikunto dan Jabar 2010) untuk digunakan dalam pembelajaran sejarah. Setelah proses validasi selesai langkah selanjutnya adalah melakukan uji coba pada kelompok kecil dan besar. Uji coba kelompok kecil melibatkan 9 siswa sebagai subjek uji coba dan hasilnya mencapai 92 14%. Sementara itu uji coba kelompok besar melibatkan 23 siswa sebagai subjek uji coba dengan hasil mencapai 92 5%. Dengan demikian berdasarkan hasil uji coba pada kedua kelompok dapat disimpulkan bahwa media pembelajaran ini sangat efektif untuk digunakan.