Tesis
Ekspresi cinta tunanetra melalui menulis puisi / Liyennur Rahma Putri Tunggal Dewi Kumara
Abstrak
Kumara Liyennur Rahma Putri Tunggal Dewi. 2022. Ekspresi Cinta Tunanetra Melalui Puisi. Tesis. Program Studi Pendidikan Khusus Departemen Pendidikan Luar Biasa Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang. Pembimbing I Wahyudi Siswanto Pembimbing II Diniy Hidayatur Rahman. Kata Kunci Ekspresi Cinta Tunanetra Puisi Penulisan puisi yang dilakukan oleh remaja tunanetra ini marak digemari sehingga menjadi daya tarik untuk diteliti. Muncul pertanyaan bagaimana remaja tunanetra mengekspresikan cinta melalui penulisan puisi. Lalu seperti apa yang benar-benar remaja tunanetra rasakan mereka melihat cinta dan pengekspresian cinta dari hati kepada orang lain. Bagaimana cara remaja tunanetra dalam berpuisi sebagai media hati yang merepresentasikan makna cinta. Tujuan penelitian ini untuk mengumpulkan pnarasumberngan makna cinta bagi tunanetra mendeskripsikan bentuk ekspresi cinta bagi tunanetra mengetahui latar belakang pemilihan menulis puisi sebagai media ekspresi cinta bagi tunanetra dan dampak dari menulis puisi guna mengekspresikan cinta bagi tunanetra. Penelitian ini dirancang menggunakan pendekatan fenomenologi yang menitikberatkan pada beberapa pengalaman subjektif dari berbagai jenis dan tipe subjek yang ditemui. Pengalaman remaja tunanetra akan dideskripsikan dengan menggunakan teknik triangulasi data di mana penulis menggunakan berbagai metode pencarian data untuk mendapatkan berbagai gambaran dari fakta yang sedang ditelitinya. Dibantu dengan observasi wawancara dan dokumentasi secara mendalam kepada subjek terpilih. Sumber data dalam penelitian ini adalah remaja tuna netra berusia 19-26 tahun sebagai informan penulis puisi tentang cinta. Hasil analisis data dari penelitian ialah empat poin penting. Pertama makna cinta tunanetra. Adanya gejolak internal dan gejolak eksternal pada tunanetra. Hal yang dirasakan tidak condong pada salah satu saja namun keduanya. Kedua gejolak ini berkaitan. Sehingga makna cinta ialah gejolak internal yang melibatkan eksternal. Cinta sendiri dianggap penting di kehidupan sehari-hari bagi tunanetra. Kedua perihal pemaknaan bentuk ekspresi cinta tunanetra meliputi sentuhan fisik nada saat berbicara dalam percakapan ataupun menanggapi permintaan tolong kata-kata afirmasi (words of affirmation) seperti kata positif atau penyemangat intensitas bertemu intersitas quality time intensitas membantu saat dibutuhkan cara memperkenalkan kepada orang lain pemberian hadiah seperti puisi dan barang intensitas mendoakan dan kedalaman atau keintiman bertanya perihsl privasi diri. Ketiga latar belakang pemilihan terapi menulis puisi sebagai media ekspresi cinta tunanetra dilatarbelangi oleh hobi menulis puisi harapan dapat mengekspresikan cinta yang romantis pada orang yang dicintai keinginan mengekspresikan cinta dengan penuh persiapan untuk menghasilkan penyampaian perasaan terbaik atau terindah kematangan perekspresian cinta yang dapat diubah kata-katanya dan beberapa hal yang menyanjung atau bersifat kias adanya kenangan ataupun dapat disimpan dengan baik dalam bentuk apapun dan adanya pengalaman pernah diterapkan atau pernah melakukan terapi menulis puisi sebagai pengekspresian cinta dan mendapatkan dampak positif pada diri sehingga melakukannya lagi. Poin keempat dampak terapi menulis puisi sebagai media ekspresi cinta tunanetra. Hal itu meliputi (1) Mampu memberikan rasa lega pada perasaan pribadi (2) Mampu memberikan rasa percaya diri dalam mengekspresikan cinta (3) Mampu menjadi terapi untuk mengurangi rasa trauma (4) Mampu menjadi terapi untuk menyelesaikan rasa trauma. Kesimpulan yang dapat diambil bahwa ekspresi cinta bagi tunanetra melalui menulis puisi patut untuk dikembangkan dimanfaatkan semaksimal mungkin. Cinta bagi tunanetra adalah suatu hal yang dianggap penting dan berpengaruh di kehidupan sehari-harinya. Bentuk dari ekpresi cinta dapat dirasakan dan dipahami melalui hal lain selain mata pada umumnya. Tunanetra memiliki cara lain menilai suatu ketulusan dan cinta. Latar belakang pemilihan tunanetra memilih menulis puisi sebagai media pengekspresian cinta sangat kuat dan menjadi alasan kuat sebagai need assessment awal pembuatan pelayanan pembelajaran ataupun terapi. Dampak dari menulis puisi sebagai media ekspresi cinta tunanetra menjadi faktor penting pertimbangan pentingnya menulis puisi. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan ekspresi cinta tunanetra melalui menulis puisi memiliki banyak manfaat yang patut untuk dikembangkan. Tunanetra memang memiliki keterbatasan dalam penglihatan namun tidak dalam pemikiran dan perasaan. Aktivitas yang mampu menampung dan mengembangkan afektif tunanetra bisa menjadi gerbang kedewasaan bagi tunanetra.