Skripsi
Analisis komparasi potensi unsur tanah jarang (ree) dan suseptibilitas magnetik pada material vulkanik Bromo dan Arjuno-Welirang / Nugroho Krisna Murti
Abstrak
Studi literatur dan eksplorasi mengenai keberadaan Unsur Tanah Jarang (REE) hingga saat ini masih sangat terbatas khususnya di wilayah gunung api Bromo dan Arjuno-Welirang. Di samping itu Indonesia secara geografis berada pada zona ring of fire sehingga potensi erupsi di Indonesia dapat terjadi sewaktu-waktu. Rare Earth Element (REE) adalah salah satu dampak positif yang manfaatnya dapat dirasakan di masa depan. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis potensi keberadaan REE dan suseptibilitas magnetik pada material vulkanik Bromo dan Arjuno-Welirang dengan pendekatan komparatif untuk memperoleh data faktual sebagai indikator keberadaan REE. Komparasi dilakukan dengan membandingkan karakteristik geologis nilai suseptibilitas magnetik dan konsentrasi unsur tanah jarang. Eksplorasi unsur tanah jarang dilakukan dengan metode survei dengan pengambilan sampel material vulkanik dan uji laboratorium seperti suseptibilitas magnetik XRF dan ICP-OES. Analisis data dilakukan dua metode yaitu Pearson Correlation dan Principal Component Analysis (PCA) menggunakan aplikasi IBM SPSS. Dari hasil analisis data di wilayah Bromo material kerikil memiliki suseptibilitas magnetik tertinggi dengan rentang 1 34-1 96 times 10 (-6) m 3 kg (-1) while in the Arjuno-Welirang area the highest magnetic susceptibility is by igneous rock material of 5 18-11 6 times 10 (-6) m 3 kg (-1). Berdasarkan komposisi Fe2O3 di wilayah Bromo lebih tinggi dibandingkan wilayah Arjuno-welirang yang menunjukkan bahwa ada kemungkinan pembentukan deposit REE di wilayah Bromo daripada di wilayah Arjuno-welirang. Diketahui terdapat 10 unsur yang ditemukan pada sampel Bromo dan Arjuno-Welirang diantaranya La Ce Nd Pr Sm Eu Gd Dy Tb dan Y. Di wilayah Bromo material kerikil memiliki konsentrasi tertinggi sedangkan di wilayah Arjuno-Welirang dimiliki oleh material batuan beku. Korelasi pearson menunjukkan bahwa suseptibilitas magnetik tidak dapat memengaruhi potensi keberadaan REE. Analisis multivariat juga menjelaskan bahwa unsur tanah jarang yang dominan di wilayah Bromo yaitu Ce Eu Gd La Nd Dy Tb Pr Sm dan Y. Unsur tanah jarang yang dominan di wilayah Arjuno-Welirang diantaranya Eu Nd Ce Pr dan Sm.