Skripsi
Pemetaan Rare Earth Element (REE) magnetik pada material vulkanik Arjuno-Welirang berdasarkan data icp-oes dan suseptibilitas magnetik / Chikal Puspa Ghaisyani
Abstrak
Rare Earth Element (REE) sering kali disebut sebagai material kritis karena memiliki peran penting di industri-industri besar. Berdasarkan sifat magnetiknya REE dibagi menjadi REE magnetik dan non magnetik. Dalam pemanfaatannya REE magnetik kerap diaplikasikan sebagai magnet permanen yang juga diperlukan dalam pembuatan alat medis perangkat elektronik hingga kendaraan listrik. Indonesia merupakan salah satu negara yang memiliki sumber daya alam melimah serta potensi akan keberadaan REE di dalamnya. Salah satu sumber daya alam yang berpotensi memiliki deposit REE ialah material vulkanik. Studi ini dilakukan di wilayah Gunung Arjuno-welirang untuk meninjau persebaran dan kandungan REE magnetik beserta hubungannya dengan besar nilai suseptibilitas magnetiknya. Analisa persebaran REE magnetik dilakukan dengan Peta Interpolasi IDW sedangkan analisa kandungan REE dilakukan dengan pengujian ICP-OES. Hasilnya REE magnetik pada wilayah Arjuno-welirang memiliki persebaran dengan konsentrasi rendah yang merata. Didapati pula bahwa pada studi ini didominasi dengan Light Rare Earth Element (LREE) dengan total LREE sebesar Adapun REE magnetik yang terdeteksi dengan pengujian ICP-OES antara lain Ce Eu Gd Sm Nd Pr Tb Dy dengan total REE magnetik sebesar 1073 37 mg/kg. Di sisilain pengujian suseptibilitas magnetik yang dilakukan dengan Bartington MS2B memperoleh nilai suseptibilitas magnetik berkisar antara 447 74 ndash 1819 56 times 10 ndash 8m3/kg. Selanjutnya dengan analisis statistik Pearson Correlation diketahui bahwa terdapat korelasi berbanding lurus antara antara unsur Europium (Eu) dengan nilai suseptibilitas magnetik berfrekuensi tinggi dan korelasi berbanding terbalik antara unsur Cerium (Ce) dengan nilai . Adapun hasil Principal Component Analysis menunjukan unsur dominan antara lain Pr Ce Nd dan Sm.