Skripsi
Pemetaan Rare Earth Element (ree) non-magnetik pada batuan beku di gunung Arjuno-Welirang berdasarkan suseptibilitas magnetik dan icp-oes / Septi Dinin Tyas
Abstrak
Rare Earth Element (REE) ditemukan di endapan hasil peristiwa geologi dan memiliki kesamaan sifat. REE terdiri dari 17 unsur dan 2 unsur di antaranya Scandium (Sc) dan Yttrium (Y). Kelompok Lanthanida terdiri dari Lanthanum (La) Cerium (Ce) Praseodymium (Pr) Neodymium (Nd) Promethium (Pm) Samarium (Sm) Europium (Eu) Gadolinium (Gd) Terbium (Tb) Dysprosium (Dy) Holmium (Ho) Erbium (Er) Thulium (Tm) Ytterbium (Yb) dan Lutetium (Lu). REE non-magnetik seperti La Y Yb Lu dan Sc dinilai sangat penting dalam mendukung kemajuan teknologi di masa depan sebagai bahan baku magnet permanen dan lampu LED. Keberadaan gunung api yang melakukan aktivitas vulkanik merupakan salah satu peristiwa geologi yang memiliki komposisi mineral pembawa REE. Gunung Arjuno-Welirang adalah salah satu gunung api di Indonesia yang memiliki struktur batuan penyusun yaitu batuan beku dan secara geologi tersusun oleh breksi gunung api lava breksi tufan dan tuf. Penelitian ini menggunakan metode analisis multivariat dan pearson correlation. Suseptibilitas magnetik ( chi lf) sebesar 518 44 ndash 1067 62 x (10 (-8) m 3/kg) dengan rata-rata sebesar 799 57 x (10 (-8) m 3/kg). Kandungan REE non-magnetik yang terkandung adalah La dan Y cukup merata dengan rentang nilai 15 06 ndash 94 62 mg/kg. Analisis multivariat dengan metode principal component menghasilkan unsur dominan La yang dihasilkan dari PC1 yaitu 51% dengan eigen 2 575. Serta hasil analisis pearson correlation memiliki nilai signifikansi 0 05 ( ) berupa korelasi berbanding terbalik oleh chi lf ndash Y sebesar ndash 0 747 dengan koefisien determinasi R 2 0 558 serta koefisien relasi r ndash 0 747.