Skripsi
Analisis semiotika desain grafis cover album Fujii Kaze Love All Serve All / Shalika Fadia Aliza
Abstrak
Musik adalah karya seni yang terdiri atas alunan nada suara dan irama yang disusun untuk mengungkapkan perasaan yang diinginkan penciptanya. Aliran musik dan genre juga merupakan salah satu hal yang dapat menarik perhatian pelanggan seperti aliran Japanese Pop (j-pop). Istilah Japanese Pop muncul pertama kali di tahun 1990-an. Salah satu penyanyi yang terkenal di Japanese Pop baru-baru ini adalah Fujii Kaze. Fujii Kaze pada awalnya terkenal karena salah satu lagunya yaitu Shinunoga E-Wa viral di aplikasi Tiktok. Lagu tersebut merupakan lagu di album pertamanya yaitu Help Ever Hurt Never. Lagu di album keduanya yaitu Love All Serve All dengan judul Matsuri juga terkenal di internet. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dan teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling. Kemudian data dianalisis dengan menggunakan pendekatan semiotika Roland Barthes. Data primer penelitian adalah cover album Love All Serve All yaitu dengan melakukan metode dokumentasi. Data sekunder diambil dari studi pustaka dan internet searching. Setelah proses analisis ditemukan bahwa visual album Love All Serve All memiliki makna yang mendalam. Dimulai dari judul albumnya yaitu Love All Serve All yang artinya adalah Mencintai Semua Melayani Semua merupakan ajakan untuk berbagi cinta kasih dengan orang lain serta untuk membantu orang-orang sekitar. Hal ini juga termasuk kepada cinta terhadap diri sendiri. Warna-warna yang dipakai oleh Kaze di album ini kebanyakan merupakan warna pastel yang feminim. Namun penempatan Kaze sebagai fokus dipakai dengan tepat sehingga walaupun desain album ini memakai warna utama yang feminim Kaze sebagai tokoh utamanya dapat menyeimbangkan kadar feminitas dan maskulinitasnya. Kaze sebagai manusia menggunakan dirinya sendiri sebagai contoh bahwa menjadi diri sendiri itu cukup.