Skripsi
Seleksi metabolit sekunder Echinacea Angustifolia yang berpotensi menghambat perkembangan kanker payudara secara in silico melalui her2 dan akt1 / Rebecca Hellen Wikarjanto
Abstrak
Kasus kanker payudara di Indonesia meningkat sebanyak 12 5% tiap tahunnya. Kanker payudara yang menyerang wanita dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor pemicu dan tidak dapat dipastikan penyebabnya bagi tiap pasien. Kanker payudara dibagi menjadi 4 subtipe molekuler berdasarkan gen-gen yang meregulasinya yaitu luminal A luminal B HER2-positive dan triple negative. Kanker payudara diregulasi oleh berbagai pathway dan gen regulator salah satunya adalah Wnt. Wnt pathway terbagi menjadi canonical dan non-canonical dan terbagi menjadi beberapa sub-kelasnya. Hingga saat ini terapi kanker payudara masih dilakukan dengan menggunakan metode kimiawi seperti kemoterapi dan radiasi yang tentunya dapat memberikan efek samping pada pasiennya karena metode seperti ini tidak hanya menarget pada sel kanker sehingga dapat merusak sel yang masih sehat pada pasien. Oleh karena itu saat ini mulai banyak dikembangkan metode terapi kanker dengan menggunakan targeted therapy. Metode ini dilakukan dengan menarget protein tertentu yang terlibat sebagai biomarker dalam pathway kanker payudara seperti HER2 dan AKT1. Untuk meminimalisir efek samping oleh metode kimiawi diperlukan untuk mengkaji senyawa senyawa bahan alam yang berpotensi untuk menghambat perkembangan kanker payudara. Beberapa contoh bahan alam yang diketahui berpotensi untuk menghambat kanker payudara adalah Curcuma longa Azadirachta indica (neem leaves) Citrus folium dan Echinacea angustifolia. E. angustifolia merupakan tanaman yang umum digunakan untuk meningkatkan imunitas tubuh namun studi terbaru menunjukkan salah satu senyawa E. angustifolia dapat menghambat perkembangan kanker payudara melalui penghambatan LRP6 pada canonical Wnt pathway. Namun masih banyak senyawa lain dari E. angustifolia yang belum dikaji potensinya dalam menghambat kanker payudara. Penelitian dilakukan secara dry lab dan terdiri dari delapan tahapan yaitu (1) mencari informasi terkait senyawa metabolit sekunder E. angustifolia secara studi literatur (2) mencari informasi protein pada Wnt pathway pemicu metastasis secara studi literatur (3) melakukan seleksi druglikeness properties senyawa berdasarkan Lipinski rsquo s rule (4) melakukan seleksi toksisitas senyawa (5) melakukan seleksi efek samping senyawa dan (6) melakukan seleksi interaksi ligan dan reseptor dengan molecular docking. Berdasarkan hasil seleksi dan pengujian yang telah dilakukan terhadap 14 sampel uji metabolit sekunder E.angustifolia didapatkan hasil empat senyawa yang memiliki kemampuan dalam menarget HER2 dan AKT1 hampir menyerupai kontrol positifnya. Berdasarkan data yang ada didapatkan urutan senyawa yang paling potensial untuk dikembangkan sebagai obat oral adalah caffeoylquinic acid trihexose caftaric acid dan feruloyl tartaric acid.