Skripsi
Resiliensi korban kekerasan seksual dalam film dear nathan: thank you salma / Shalsa Dila Pramesti
Abstrak
Film merupakan media yang digunakan untuk menyampaikan berbagai pesan kepada masyarakat melalui narasi atau cerita. Dengan alur cerita yang menaraik perhatian pada realitas sosial disekitar kita film juga berfungsi sebagai alat pendidikan dengan mengkritik keadan secara sosial dan menyampaikan pelajaran moral kepada pemirsanya. Pentingnya film dalam menjangkau audiens luas menjadi alat yang efektif untuk merespon isu sosial seperti kekerasan seksual. Film Dear Nathan Thank You Salma merupakan film ketiga dari trilogi Dear Nathan. Film ini menampilkan berbagai adegan yang secara garis besar berfokus pada kasus kekerasan seksual yang terjadi di lingkungan kampus. Kemampuan film ini untuk mengangkat isu-isu sosial seperti kekerasan seksual yang sangat sensitif bagi kehidupan masyarakat di Indonesia terutama di lingkungan pendidikan membuat berbeda dengan film yang lain. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan mengetahui bentuk kekerasan seksual dan bentuk resiliensi korban kekerasan seksual yang ada dalam film Dear Nathan Thank You Salma. Jenis penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan mendeskripsikan kekerasan seksual di lingkungan kampus yang digambarkan dalam film Dear Nathan Thank You Salma. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif yakni untuk menggambarkan keadaan subjek atau objek dalam penelitian berdasarkan fakta-fakta yang tampak atau apa adanya. Data dikumpulkan melalui studi dokumentasi yang melibatkan pengklasifikasian dan pengkategorian bahanbahan tertulis yang berkaitan dengan topik penelitian. Metode ini bertujuan untuk mengidentifikasi menganalisis dan mengklasifikasikan data dari film untuk memahami lebih dalam konteks kekerasan seksual yang digambarkan. Berdasarkan hasil penelitian terhadap film Dear Nathan Thank You Salma film ini menyoroti kekerasan seksual di lingkungan kampus khususnya kasus pelecehan seksual yang dialami mahasiswa penerima beasiswa bernama Zanna dengan pelaku teman sekelasnya yang merupakan aktivis BEM dan anak dari kepala prodi. Pertama peneliti menemukan 2 bentuk kekerasan seksual berupa pelecehan secara verbal dan pelecehan secara fisik. Pelecehan verbal yang ditemukan berupa ucapan merendahkan dan mempermalukan harga diri seorang mahasiswa bernama Melinda. Sedangkan pelecehan fisik yang ditemukan berupa sentuhan fisik dengan meraba mencium memegang dan memeluk Zanna secara paksa. Kedua peneliti mengidentifikasi terdapat 7 bentuk resiliensi korban kekerasan seksual yakni (1) regulasi emosi (2) empati (3) optimisme (4) analisis kausal (5) raching out (6) efikasi diri.