Tesis
Pengaruh komposisi kitosan terhadap kemampuan penghantaran obat pada nanokomposit tife2o4-dea/ag/kitosan berbahan dasar pasir besi / Illa Aminatul Azizah
Abstrak
Kanker merupakan penyakit dengan angka kematian terbesar kedua di dunia setelah kardiovaskuler. Metode-metode penanganan kanker yang telah ada perlu ditingkatkan efektivitasnya untuk menekan efek samping yang ditimbulkan. Hal ini membuat drug delivery menjadi metode baru yang menguntungkan dalam terapi kanker karena mampu mengontrol kinetika obat dan pendistribusiannya dalam tubuh sehingga efek samping berbahaya dapat diminimalisir. Nanopartikel Fe3O4 dapat dijadikan sebagai agen drug delivery karena memiliki ukuran kecil superparamagnetik biokompatibel dan non-toksik. Namun nanopartikel Fe3O4 cenderung mudah teroksidasi menjadi fasa lain sehingga dibutuhkan modifikasi. Pada penelitian ini dilakukan substitusi titanium kemudian ditambahan surfaktan DEA guna meminimalisir aglomerasi. Selanjutnya sintesis komposit Ag dan kitosan yang masing-masing berperan penting dalam merusak membran sel target spesifik dan melindungi molekul obat dari degradasi biologis. Penelitian ini mengkaji pengaruh variasi massa kitosan terhadap struktur kristal gugus fungsi morfologi permukaan sifat magnetik aktivitas antibakteri drug loading dan drug release pada nanokomposit TiFe2O4-DEA/Ag/Kitosan. Analisis XRD menunjukkan bahwa nanokomposit TiFe2O4-DEA/Ag/Kitosan terdiri atas dua fase kristal yang meliputi TiFe2O4 dan Ag. Pada fase TiFe2O4 dan Ag masing-masing memiliki struktur kristal inverse spinel cubic dan face center cubic. Di sisi lain fase kitosan memiliki karakteristik amorf yang tidak mempengaruhi struktur kristal fase TiFe2O4 dan Ag. Namun peningkatan komposisi kitosan menurunkan derajat kristalinitas hingga 34 3%. Analisis FTIR mengonfirmasi terbentuknya nanokomposit melalui kemunculan ikatan yang meliputi Fe-O Ti-O dan C-N. Citra SEM menunjukkan sampel berbentuk sferis di mana kitosan mampu menurunkan aglomerasi. Kurva histerisis menunjukkan perilaku superparamagnetik di mana penambahan komposisi kitosan tidak berpengaruh secara signifikan terhadap nilai magnetisasi saturasi yang nilainya berkisar 33 emu/g. Hasil uji antibakteri menunjukkan kemunculan zona hambat yang mengindikasi nanokomposit memiliki aktivitas antibakteri yang signifikan terjadi pada bakteri E. coli di mana kenaikan komposisi kitosan menaikkan diameter zona hambat dari 7 94 mm menjadi 18 32 mm. Berdasarkan analisis drug loading nanokomposit telah berhasil memuat DOX dengan efisiensi tertinggi mencapai 99 30%. Selanjutnya pada analisis drug release pelepasan obat setelah ditambah kitosan semakin stabil. Bahkan pada variasi massa kitosan terbanyak terjadi kestabilan pelepasan lebih cepat dengan nilai cumulative release sebesar 63%.