Tesis
Pengaruh model pembelajaran problem-oriented project-based learning (popbl) terhadap regulasi diri, keterampilan berpikir kritis, dan keterampilan kolaborasi peserta didik Kelas xii SMA laboratorium UM / Riza Farahdika Filmi
Abstrak
Revolusi industri 4.0 dimulai pada tahun 2010-an menciptakan perubahan besar-besaran dalam aspek sosial tata kelola industri ekonomi makro teknologi dan pembelajaran. Pertumbuhan revolusi ini menuntut adaptasi terutama dalam sektor pendidikan dengan fokus pada pengembangan literasi data literasi teknologi dan literasi sumber daya manusia. Pendidikan memainkan peran krusial dalam persiapan generasi untuk bersaing di pasar kerja abad ke-21. The Partnership for 21st Century Skills memiliki tujuan mengembangkan kerangka kerja keterampilan abad ke-21. P21 merancang model pembelajaran abad ke-21 dengan fokus pada kompetensi abad-21 atau 6Cs dalam kurikulum. Integrasi 6Cs dalam kegiatan pembelajaran menjadi kunci untuk mencapai tujuan pertumbuhan dan berkelanjutan yang cerdas. Penggunaan metode pembelajaran inovatif termasuk model pembelajaran Problem Oriented-Project Based Learning dapat menjadi solusi efektif. Hasil observasi di SMA Laboratorium UM Malang ditemukan bahwa regulasi diri keterampilan berpikir kritis dan keterampilan kolaborasi perlu dikembangkan. Upaya untuk meningkatkan regulasi diri keterampilan berpikir kritis dan keterampilan kolaborasi yaitu dengan cara menerapkan model pembelajaran Problem Oriented-Project Based Learning (POPBL). Tujuan dari penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran Problem Oriented-Project Based Learning (POPBL) terhadap regulasi diri keterampilan berpikir kritis dan keterampilan kolaborasi peserta didik kelas XII di SMA Laboratorium UM. Penelitian ini merupakan jenis penelitian Eksperimen semu (quasy experiment) menggunakan desain penelitian pretest-posttest control group design. Populasi pada penelitian ini adalah peserta didik kelas XII di SMA Laboratorium UM Pengambilan sampel sebanyak dua kelas diambil secara random dari populasi kelas XII. Penelitian ini menggunakan teknik sampling Random Sampling. Penelitian ini memiliki dua perlakuan yaitu perlakuan eksperimen (POPBL) pada kelas XII MIPA 3 dan perlakuan kontrol (PBL) pada kelas XII MIPA 2. Instrument yang digunakan pada penelitian ini terdiri dari tes uraian untuk mengukur keterampilan berpikir kritis dan angket untuk mengukur regulasi diri dan keterampilan kolaborasi. Data yang diperoleh kemudian di uji dengan menggunakan uji anakova. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) Penerapan model pembelajaran POPBL berpengaruh terhadap regulasi diri peserta didik SMA 2) Penerapan model pembelajaran POPBL berpengaruh terhadap keterampilan berpikir kritis peserta didik SMA 3) Penerapan model pembelajaran POPBL berpengaruh terhadap keterampilan kolaborasi peserta didik SMA. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa model POPBL dapat meningkatkan regulasi diri keterampilan berpikir kritis dan keterampilan kolaborasi peserta didik.