Skripsi
Manajemen persediaan suku cadang motor honda menggunakan pendekatan EOQ (Economic Order Quantity) dan klasifikasi abc (studi kasus Ahass Sinar Indah Nongkojajar Kec. Tutur Kab. Pasuruan) / Muchamad Very Irvan Maulidin
Abstrak
AHASS Sinar Indah merupakan usaha jasa perawatan dan perbaikan kendaraan roda dua merek Honda. Dalam memenuhi pelayanan perawatan dan perbaikan memerlukan persediaan suku cadang. Persediaan suku cadang AHASS Sinar Indah terdiri dari 190 jenis suku cadang. Untuk memenuhi kebutuhan suku cadang AHASS Sinar Indah melakukan pemesanan suku cadang di setiap minggunya dengan waktu tunggu dua hari hal ini dapat mempengaruhi biaya persediaan frekuensi pemesanan dapat dikurangi untuk dapat menekan biaya persediaan. Pada penelitian ini dilakukan perbandingan pengeluaran biaya persediaan berdasarkan kebijakan perusahaan yang diterapkan saat ini dengan metode yang diusulkan yaitu menggunakan metode Economic Order Quantity (EOQ) dan melakukan klasifikasi suku cadang dengan klasifikasi ABC untuk memilah suku cadang yang memiliki penyerapan biaya paling besar. Sebelum melakukan perhitungan EOQ dilakukan peramalan permintaan suku cadang dengan exponential smoothing konstanta yang dipakai pada peramalan diambil dengan memasukkan konstanta (0-1) dan dipilih konstanta yang memberikan nilai MSE mendekati 0. Periode data yang digunakan yaitu pada awal bulan januari 2023 hingga akhir desember 2023. Dari penelitian ini didapatkan suku cadang yang memiliki penyerapan biaya paling besar terdiri dari 28 jenis suku cadang yang masuk ke dalam klasifikasi A dengan penyerapan biaya sekitar 80% dari total biaya persediaan atau sebesar Rp749.281.000 suku cadang klasifikasi A menjadi fokus dalam penghematan biaya persediaan dari suku cadang klasifikasi A dilakukan perhitungan biaya pemesanan dan biaya penyimpanan. Kemudian dilanjutkan dengan perhitungan safety stock dan reorder point suku cadang klasifikasi A. selanjutnya dilakukan perhitungan EOQ dan perhitungan TIC. dari hasil perhitungan TIC didapatkan biaya persediaan sebesar Rp756.000.205 sedangkan biaya persediaan dengan kebijakan perusahaan sebesar Rp824.726.699. selisih dari biaya persediaan antara kebijakan perusahaan dengan penggunaan metode EOQ sebesar Rp68.726.494 lebih kecil biaya persediaan dengan metode EOQ biaya persediaan turun kurang lebih 8%.