Disertasi
Desain pembelajaran dalam mengoptimalkan keterampilan digital siswa menggunakan penggabungan model discovery learning dan project based learning / Okta Purnawirawan
Abstrak
Tingkat keterserapan lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) terhadap lapangan kerja yang rendah dan kurangnya kemampuan dalam meciptakan peluang kerja menyebabkan lulusan SMK masih banyak yang menganggur. Orientasi capaian lulusan menjadi wirausaha salah satu alternatif dalam mengurangi tingkat pengangguran tersebut. Kegiatan pembelajaran projek kreatif dan kewirausahaan di SMK masih berorientasi pada pembuatan produk dan pemasaran lokal saja. Kondisi saat ini kegiatan wirausaha sudah berbasis Teknologi Informasi (TI) yang biasa disebut dengan istilah digital marketing. Perlunya pengembangan desain pembelajaran untuk mengoptimalkan keterampilan digital siswa dengan menggunakan penggabungan model discovery learning dan project based learning. Sehingga tujuan penelitian ini menghasilkan produk desain pembelajaran yang dapat diterapkan pada pembelajaran projek kreatif dan kewirausahaan di SMK serta dapat mengoptimalkan keterampilan digital siswa. Metode penelitian yang digunakan untuk mendiskripsikan tujuan penelitian tersebut menggunakan penelitian pengembangan atau research and development. Model pendekatan yang digunakan yaitu model Dick and Carey yang terdiri dari sepuluh tahapan. Metode dan analisis data menggunakan mixed-method (diawali dengan penelitian kualitatif dilanjutkan penelitian pengembangan dan diakhir penelitian kuantitatif dengan strategi eksploratoris sekuensial) proses pengumpulan dan analisis data kualitatif dilanjutkan dengan kuantitatif. Teknik pengumpulan data melalui pengisian angket kuisioner dan studi dokumentasi hasil kegiatan pembelajaran. Sasaran penelitian terdiri dari (1) Kegiatan pra penelitian sembilan puluh guru dan tiga puluh siswa SMK (2) Kegiatan pengembangan dua dosen satu guru dan tiga puluh enam siswa SMK (3) Kegiatan penelitian tiga guru dan seratus delapan siswa SMK. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Kegiatan pra penelitian terdapat berbagai jenis model pembelajaran yang sudah diterapkan pada pembelajaran projek kreatif dan kewirausahaan akan tetapi belum dapat mengoptimalkan keterampilan digital siswa SMK. Selain itu keterampilan digital dalam bidang kewirausahaan yang dimiliki siswa belum merata. (2) Kegiatan pengembangan menghasilkan produk desain pembelajaran Model Octap Learning dengan prosedur/langkah pembelajaran yaitu stimulations data processing data conclusion product planning product execution dan reflection. (3) Model Octap Learning memiliki tingkat kevalidan 87 6% dan tingkat kepraktisan 96 79% (4) Kegiatan penelitian mendapatkan informasi data penelitian bahwa tingkat implementasi Model Octap Learning 97 09% implementasi Model Problem Based Learning 96 55% dan implementasi Model Project Based Learning 97 17% (5) Hasil uji beda Model Model Octap Learning bahwa (a) ada perbedaan hasil belajar pada materi pemasaran produk antara siswa yang dibelajarkan dengan model Model Octap Learning Model Problem Based Learning dan Model Project Based Learning (b) ada perbedaan hasil belajar pada materi pemasaran produk antara siswa yang memiliki keterampilan digital tinggi dan rendah dan (c) tidak ada interaksi hasil belajar pada materi pemasaran produk antara siswa yang memiliki keterampilan digital tinggi dan rendah yang dibelajarkan dengan Model Octap Learning Model Problem Based Learning dan Model Project Based Learning. Hasil Pembelajaran bahwa implementasi model pembelajaran PBL lebih berpengaruh dari pada model Octap Learning dan PjBL terhadap hasil belajar pada masing-masing sub materi media pemasaran. Model PBL memiliki pengaruh yang tinggi dilanjutkan model Octap Learning dan Model PjBL. Karena nilai rata-rata dari setiap sub materi Model PBL lebih besar dibandingkan dengan dua model lainnya yaitu 0 802 (Materi 1) 0 869 (Materi 2) 0 856 (Materi 3) dan 0 894 (Materi 4). Pernyataan tersebut juga sesuai dengan hasil post hock test menggunakan SPSS bahwa pada output hasil Tabel Tukey Post Hoc Model Pembelajaran model PBL memiliki pengaruh yang tinggi dibandingkan model octap learning dan PjBL. Hal tersebut dapat dilihat pada nilai mean model PBL sebesar 82 778 sedangkan model octap learning sebesar 79 500 dan model PjBL sebesar 61 333. Hasil uji hipotesis bahwa pada (1) Model pembelajaran diperoleh skor skor Sig 0 000 lt 0 05 maka H0 ditolak dan H1 diterima. Artinya bahwa ada perbedaan hasil belajar pada materi pemasaran produk antara siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran desain pembelajaran/model octap learning PjBL dan PBL (2) Keterampilan Digital diperoleh skor Sig 0 000 lt 0 05 maka H0 ditolak dan H1 diterima. Artinya bahwa ada perbedaan hasil belajar pada materi pemasaran produk antara siswa yang memiliki keterampilan digital tinggi dan rendah dan (3) Model Pembelajaran dan Keterampilan Digital diperoleh skor Sig 0 114 gt 0 05 maka H0 gagal ditolak dan H1 tidak diterima. Artinya bahwa tidak ada interaksi hasil belajar pada materi pemasaran produk antara siswa yang memiliki keterampilan digital tinggi dan rendah yang dibelajarkan dengan model pembelajaran desain instruksional pembelajaran model octap learning PjBL dan PBL. Berdasarkan hasil analisis uji post hoc tukey terdapat beberapa interaksi dua variabel pada masing-masing kelompok.