Skripsi
Baletoeri: dari onderdistrict menjadi desa 1896-1933 / Riza Amilia
Abstrak
Perubahan yang terjadi pada suatu wilayah baik dalam bidang politik sosial maupun ekonomi cenderung hanya dikaitkan dengan kota. Suatu hal yang lazim mengingat perubahan di kota sangat dinamis. Realitasnya perubahan ini bisa terjadi di setiap wilayah kota maupun desa. Namun yang membedakan adalah dari aspek temporal. Desa membutuhkan waktu yang relatif lebih lama untuk mengidentifikasi adanya perubahan tersebut seperti yang terjadi di desa kajian penelitian ini. Desa Baletoeri mempunyai sumber sejarah dengan periode yang cukup panjang sehingga menarik untuk dibuat kronologi perubahannya. Penelitian ini dilakukan dalam rangka mengungkap faktor yang menjadi latar belakang proses perubahan yang terjadi pada Desa Baletoeri serta pengaruh dari perubahan status tersebut. Penulis dalam penelitian ini menggunakan metode sejarah. Metode ini meliputi (1) pemilihan topik (2) heuristik (pengumpulan sumber) (3) verifikasi (kritik sumber) (4) interpretasi (analisis dan sintesis) dan (5) historiografi (penulisan). Berdasarkan data-data yang telah dikumpulkan dapat disimpulkan bahwa terdapat perubahan di Desa Baletoeri dalam bidang politik sosial dan ekonomi. Pada bidang politik perubahan status wilayah dari onderdistrict menjadi desa memengaruhi birokrasi yang ada di Baletoeri. Luas wilayah kekuasaan sebagai wewenangnya juga menjadi lebih kecil. Peralihan sistem ekonomi dari subsisten menjadi komersial saat menjadi onderdistrict menimbulkan adanya perluasan lahan sewa untuk perkebunan tebu. Hal ini memengaruhi interaksi sosial di masyarakat meskipun status pusat onderdistrict sudah lama dicabut. Hubungan spiritual antara kepala desa dengan warganya dalam filosofi manunggaling kawula Gusti sudah tidak dapat bertahan. Nilai material menjadi tolok ukur kepantasan seseorang dalam mengemban kekuasaan.