Skripsi
Prospeksi senyawa bioaktif dari bakteri endofit asal tanaman kratom (Mitragyna Speciosa) sebagai agen antiinfeksi / Fathimah Khoirul Bariyyah
Abstrak
Pengobatan penyakit infeksi menjadi fokus global termasuk Indonesia. Penggunaan antibiotik yang tidak tepat dan berlebihan telah mempercepat munculnya strain bakteri yang resisten terhadap antibiotik. Hal tersebut mendorong pencarian senyawa bioaktif baru terutama dari sumber alami sebagai alternatif pengobatan penyakit infeksi. Tanaman Kratom (Mitragyna speciosa) dikenal mampu menghasilkan beragam senyawa bioaktif seperti alkaloid flavonoid dan terpenoid dengan berbagai aktivitas biologis seperti antibakteri antioksidan dan antidiabetes. Pengembangan senyawa bioaktif dari tanaman Kratom mengalami kendala kebutuhan biomassa yang banyak. Oleh karena itu digunakan bakteri endofit asal tanaman Kratom sebagai sumber alami potensial dalam eksplorasi senyawa bioaktif baru sebagai alternatif obat untuk penyakit infeksi. Bakteri endofit adalah bakteri yang hidup di dalam jaringan tanaman inang tanpa menyebabkan kerugian pada inangnya dan menghasilkan beragam jenis senyawa bioaktif potensial. Berdasarkan uraian diatas penelitian ini bertujuan untuk menentukan aktivitas antiinfeksi dari bakteri endofit asal tanaman Kratom (M. speciosa) mengidentifikasi strain bakteri endofit potensial berdasarkan gen 16S rRNA dan mengkarakterisasi gen penyandi senyawa bioaktifnya. Hasil penelitian menunjukan isolat D1 bakteri endofit asal tanaman Kratom (M. speciosa) memiliki aktivitas antiinfeksi spektrum luas pada rentang daya hambat antara 1 25 ndash 12 63 mm terhadap keempat bakteri uji (E. coli P. aeruginosa B. subtilis dan S. aureus). Nilai KHM dan KBM yang dimiliki ekstrak kasar D1 berikisar antara 78 125 - gt 5000 mu g/mL. Identifikasi menggunakan sekuens gen 16S rRNA menunjukkan bahwa isolat D1 memiliki kemiripan 99 95% dengan Bacillus sp. strain THY-A1. Berdasarkan analisis gen NRPS dan PKS isolat D1 terdeteksi memiliki gen PKS yang terlibat dalam sintesis senyawa bioaktif. Sementara itu tiga komponen senyawa utama ekstrak kasar D1 berhasil diidentifikasi menggunakan GC-MS yaitu pyrrolo [1 2-a] pyrazine-1 4-dione hexahydro-3-(2-methylpropyl)- tributyl acetylcitrate dan 1 4-benzenedicarboxylic acid bis (2-ethylhexyl) ester. Oleh karena itu dapat disimpulkan bahwa bakteri endofit asal tanaman Kratom dapat dijadikan sumber alternatif sebagai agen antiinfeksi baru.