Skripsi
Peran komunitas Senyum Anak Nusantara dalam proses belajar membentuk solidaritas generasi z (studi kasus di Kota Probolinggo) / William Ricky Martico
Abstrak
Dunia telah memasuki era modern yang membawa banyak perubahan bagi masyarakat tak terkecuali generasi Z. Generasi Z lahir dimana perkembangan interkonektivitas yang cukup tinggi terjadi. Dampaknya generasi Z cenderung menjadi pribadi yang individualis yang terkesan antisosial. Kenyataan di lapangan saat ini di Kota Probolinggo para generasi Z bisa memainkan lima sampai enam jam sehari gadget mereka dalam rangka bermain game online. Lalu terdapat satu komunitas di Kota Probolinggo bernama ldquo Senyum Anak Nusantara rdquo yang merupakan sebuah komunitas berbasis volunteer yang tujuannya sebagai wadah bagi generasi Z untuk bergerak beraksi dan berkolaborasi. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan mengenai peran komunitas dalam proses belajar yang membentuk solidaritas generasi Z serta pendekatannya menggunakan metode penelitian kualitatif dan kuantitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi wawancara dan studi dokumentasi. Hasil penelitian ini meliputi yang pertama adalah komunitas berperan lewat aktivitas program kerja dalam hal ini sebagai sarana proses belajar pembentukan solidaritas generasi Z. Program kerja tersebut meliputi Seribu Senyum Nusantara Sekolah Nusantara dan Ekspedisi Merah Putih. Ketiga program kerja tersebut berperan vital dalam proses belajar dapat dilihat dari perubahan-perubahan yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari mereka sebelum dan sesudah mengikuti program kerja khususnya dalam sisi solidaritas. Kedua pendekatan yang dilakukan oleh komunitas dalam proses belajar membentuk solidaritas generasi Z dilakukan dalam beberapa kesempatan. Pendekatan yang dilakukan sebagian besar adalah pendekatan humanistik dengan maksud agar para generasi Z di komunitas merasa nyaman dan tidak terbebani sehingga hasilnya adalah terjadinya aktualisasi diri yang berupa pembentukan solidaritas diri.