Tugas Akhir
Representasi tongkonan pada busana urban style / Audya Resya Al Izza
Abstrak
Rumah tradisional Toraja yang biasa disebut Tongkonan merupakan rumah yang dimiliki secara turun-temurun oleh suku Toraja. Tongkonan terkenal dengan bangunannya yang memiliki keindahan estetika struktur dan konstruksinya serta mempunyai ciri khas sendiri. Rumah Tongkonan memiliki bentuk rumah panggung persegi panjang dengan atap menyerupai perahu menggunakan buritan serta mampu bertahan hingga 50 tahun. Keunikan bangunan ini berada diatas pohon dan terbuat dari susunan ranting pohon. Pada bagian muka rumah terdapat patung kepala kerbau yang memiliki makna bahwa si pemilik rumah adalah orang yang dituakan. Toraja memiliki motif ornamen yang khas digunakan pada dinding rumah Tongkonan. Fungsi dari ornamen ini sebagai pelengkap dalam upacara adat penghormatan leluhur dan digunakan sebagai hiasan tradisional. Banyak ornamen diantaranya Paul Karua Pa rsquo batang Lau Pa rsquo sekong dibungai Pa rsquo papan Kandaure Pa rsquo aloq Songkong. Motif Pa rsquo papan Kandaure memiliki makna yang berarti melambangkan kegembiraan dan norma sosial. Konsep geometri pada motif Pa rsquo papan Kandaure ini adalah garis lengkung belah ketupat dan sudut siku-siku. Shibori ialah suatu karya seni yang dituangkan dalam kain menggunakan pewarna dan menghasilkan karya yang tidak dapat diduga dan diprediksi. Shibori (Shiboru) memiliki arti memeras menjepit dan menekan. Adapun teknik pewarnaan shibori yakni diantaranya Kanoko Shibori Miura Shibori Arashi Shibori Itajime Shibori Kumo Shibori dan Nui Shibori. Masyarakat perkotaan awalnya terinspirasi gaya pakaian berandalan yang menentang didikte oleh gaya berbusana para desainer yang pada akhirnya disebut dengan urban style. Urban style adalah gaya fesyen yang menampilkan kesan modis dan modern. Karakteristik dari urban fesyen adalah menggunakan potongan yang simpel warna-warna yang bertabrakan dan dipadu padankan bagian atasan dengan bawahan yang bervariasi. Pakaian yang telah diproduksi dan siap dikenakan oleh customer tanpa perlu pengukuran dan memesan model terlebih dahulu dikenal sebagai pakaian siap pakai. Selain itu pakaian siap pakai tidak perlu pengukuran terlebih dahulu kepada model. Konsep busana yang diciptakan ini terinspirasi dari rumah adat Tongkonan Suku Toraja. Penyusunan busana ini merepresentasikan Tongkonan Toraja dengan menggunakan perpaduan motif blanket khas Toraja dan motif shibori mencangkup beberapa tahapan yakni pembuatan rancangan metode (mind mapping moodboard benchmark serta storyboard desain) metode penerapan ( menciptakan produk baru pengukuran merencanakan alat serta bahan pembuatan pola meletakkan pola pada kain cutting metode menjahit dan quality control).